Orang Kristen sebenarnya sudah harus bisa mengerti ketika
hal ini disampaikan, dan penjelasan kalimat-kalimat diatas adalah refleksi bagi
keKristenan untuk mengkoreksi diri dengan berpikir “Tuhan apakah yang saya
pernah lakukan terhadap Tuhan? Apakah saya sudah terlampau jauh meninggalkan
Tuhan dengan segala macam cara untuk mencapai yang Tuhan tidak inginkan terjadi
dalam hidup saya”. Apabila pemikiran orang Kristen semacam ini maka tidak
menutup kemungkinan bahwa orang Kristen yang sudah menyeleweng dan jauh dari
Tuhan akan sadar dan berpaling kepada Tuhan. Saat kembali kepada Tuhan hatinya
hancur, jiwanya sedih dan ia sadar, karena ada Roh Kudus yang mengingatkan dia
atas dosa dia. Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen tidak hendak
meninggalkan Allah, tetapi bagi mereka yang meninggalkan Tuhan dan sudah
terlampau jauh kesesatan hidup mereka, maka dengan kita berseru kepada mereka
dengan berkata “bertobatlah dan berpalinglah kepada Tuhan sebelum engkau
binasa”!!!. Orang Kristen yang sengaja meninggalkan Tuhan dan mencari harta
kekayaan dunia maka kekayaan itu menjadi tuhan atas dia, orang Kristen yang meninggalkan
Tuhan oleh sebab karena cintanya kepada perempuan atau laki-laki, maka setan
akan mempermalukan dia dan Tuhan akan dicela. Suatu hari Tuhan berkata “Enyahlah
engkau hai pembuat kejahatan, Aku tidak mengenal kamu”!!! mengapa? Karena
mereka tidak mau berpaling kepada Tuhan. Bukankah Allah itu kasih penyayang? Ya
Tuhan itu kasih, dalam hal ini orang Kristen tidak boleh lupa bahwa dalam kasih
ada keadilan Allah dan dalam keadilan Allah ada hukuman dan dalam hukuman Allah
ada kasih. Amin
Kamis, 23 Januari 2014
“Berpalinglah kepada Tuhan” Ratapan 3:40 Ryan frinandoe
Salah satu perbuatan
yang menyakiti hati Tuhan adalah ketika manusia meninggalkan Tuhan. Mengapakah
manusia sering menjauh dari pada Tuhan? Mengapa manusia seringkali
menghancurkan hati Tuhan? Mengapa manusia selalu menyesal tetapi tidak pernah
mau bertobat? Itu karena manusia mencoba-coba untuk pergi dan meninggalkan
Tuhan dan menjauhkan pandangannya sendiri dari hadapan Allah. Siapakah yang
sering membuat manusia pergi dan meninggalkan Tuhan? Yang sering bukan setan,
tetapi keputusan diri sendiri, siapakah yang memperalat manusia setelah
meninggalkan Tuhan? Yaitu setan. Bagaimanakah keadaan hidup manusia itu ketika
jauh meninggalkan Tuhan? Hidupnya sengsara, berlaku seperti setan, berusaha melupakan
kebenaran yang pernah ia kecap dari pada Allah. Dalam kitab Ratapan, Nabi
Yeremia pernah merasakan ratapan itu karena umat Israel meninggalkan Tuhan dan
mengikuti allah-allah lain yang tidak mereka kenal. Mengapa? Mereka pikir
kekayaan yang mereka dapat bersifat kekal, mereka pikir kejayaan begitu limpah,
mereka pikir mereka dapat memuaskan diri dan tidak hidup lagi didalam hukum Tuhan
Allah. Maka saat dalam keadaan yang demikianlah mereka telah menyia-nyiakan
anugerah Allah yang menyelamatkan mereka dari pekerjaan sebagai budak. Hidup
Israel tidak menjadi budak ketika dalam naungan dan pimpinan Tuhan, segala
bangsa takluk kepada mereka, segala bangsa harus tahu bahwa Allah Israel lebih
hebat dari allah-allah bangsa lain, kebutuhan akan hidup tercukupi karena
kelimpahan berkat dari Tuhan. Kurang apakah Tuhan Allah kepada mereka? Tidak
ada. Tetapi saat mereka meninggalkan Tuhan, maka disitulah Tuhan memperlihatkan
kepada mereka bahwa “tidak ada kebahagiaan saat meninggalkan Tuhan”. Cinta
kasih Tuhan indah, cinta kasih Tuhan itu sejati, cinta kasih Tuhan itu
sungguh-sungguh adalah kebenaran dan cinta kasih Tuhan itu adalah karya
pengorbanan Tuhan.
Minggu, 19 Januari 2014
INJIL SEJATI, Ryan Frinandoe.
Kekristenan percaya akan Injil yang memiliki suatu kuasa Ilahi yang terkandung didalamnya. Injil merupakan suatu karya terbesar Allah Bapa dalam sejarah yang menaruh Kristus pada tiang kayu salib sebagai pribadi yang menyelamatkan umat-Nya dari penghakiman dosa. Injil adalah suatu karya pengorbanan Kristus di kayu salib, Injil adalah kasih dan keadilan Allah yang meliputi segala sesuatu dari segala zaman. Injil adalah karunia Allah didalam Kristus Yesus sehingga setiap mereka yang percaya akan berita Injil beroleh kehidupan yang penuh damai dengan Allah. Latar belakang adanya Injil disebabkan karena adanya suatu kerusakan besar yang manusia lakukan terhadap Allah, dengan demikian Injil telah ada untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah. Injil yang bersifat membebaskan, adalah Injil yang murni, Injil yang melepaskan manusia dari penghakiman dosa adalah Injil yang penuh kasih dan keadilan, Injil yang sungguh-sungguh memiliki pengenalan Kristus yang benar adalah Injil sejati. Orang yang sudah menerima Injil bukan saja ia harus mengalaminya secara penuh dan berkata aku dimenangkan oleh Injil, siapa saja ia yang mengalami Injil hendaklah ia bukan saja mengalaminya tetapi juga mengenalinya. Dengan demikian Injil memberikan suatu pemahaman yang terbesar terhadap diri-Nya sendiri. Karena Injil itu adalah Kristus sendiri, didalam Dia adalah kepenuhan Allah yang tak dapat di ukur. Keselamatan yang diterima dari Allah adalah keselamatan yang sempurna, jadi Injil bersifat menyelamatkan, dan keselamatan itu sendiri adalah Injil. Manusia sekian lama menantikan kedatangan seorang Raja Agung, dari suku-suku ke suku, dari bangsa ke bangsa, dari pulau ke pulau dari benua ke benua, dari kebudayaan menuju kepada kebudayaan, manusia tetap mencari seorang pemimpin yang hebat dan sempurna, yang bijaksana dan berhikmat serta dapat menyelamatkan manusia. Dalam keadaan yang demikian seorang Raja itu datang ke dalam dunia. Raja itu datang dari tempat yang sulit dipikirkan manusia, yaitu Kristus Yesus. Barangsiapa membunuh Yesus Kristus, dia telah pasti membunuh kerinduannya sendiri. Tetapi Yesus Kristus tidak dapat dibunuh, Ia pernah mati dan Ia bangkit kembali. Ini artinya Ia adalah tetap Raja. Pengajaran-Nya adalah berita Injil itu sendiri, dalam Injil ada sesuatu kebijaksanaaan terbesar, siapakah yang lebih bijaksana dari pada Kristus? Tidak ada. Dia yang memiliki kesetaraan yang begitu sama dengan Bapa sebab Dia adalah pribadi Bapa itu sendiri, Dia telah merendahkan diri menjadi sama seperti ciptaan-Nya yaitu menjadi manusia. Dia tunduk dalam ketaatan Hukum Taurat yang Ia buat sendiri untuk manusia, supaya Ia menjadi orang yang taat dalam Taurat itu sendiri. Sebab tidak ada yang mampu dan sanggup mentaati Taurat sebagai teladan dan contoh. Namun kedatangan-Nya bertujuan pula menggenapi Taurat. Jadi keselamatan bukan lagi dalam Taurat tetapi didalam Kristus itu sendiri, dan Kristus itu adalah Injil, dan Injil adalah ajaran-Nya, dan ajaran-Nya itu berasal dari dalam Dia sendiri. Dan karena didalam Dia, Injil menjadi suatu berita yang berkuasa untuk mengampuni dosa, menyelamatkan dari penghakiman dosa. Adakah berita seindah Injil sejati dari Kristus? Tidak ada. Injil adalah Firman dan Firman itu adalah Injil sebab keduanya berasal dari Kristus yang telah berfirman dan firman-Nya menjadi Injil. Dengan keberadaan Injil manusia dapat mengenal Raja itu, sekalipun banyak diantara manusia yang mencoba menghancurkan Dia tetapi tak dapat. Sebab Dia bersifat kekal dan abadi yang tak dapat mati itulah yang disebut Injil sejati (rahasia Injil).
Rabu, 04 Desember 2013
Yesus Kristus Seorang Raja dan Tokoh Berpengaruh Sepanjang Sejarah Manusia, Oleh Ryan Frinandoe
Kerajaan bangsa-bangsa sedemikian megah dan sebegitu hebat
sepanjang sejarah yang telah tercatat dalam setiap catatan sejarah umat manusia
di bumi yang Tuhan ciptakan ini. Kerajaan demi kerajaan bersaing hebat untuk
mengkokohkan kerajaannya, membentuk suatu gerakan yang kuat dan saling
mempengaruhi untuk memberikan ketakutan kepada kerajaan lainnya. Raja adalah
hal yang paling istimewa hidupnya di dunia, raja adalah orang yang paling kuat
pengaruhnya didalam masyarakat, raja ditakuti oleh rakyatnya, raja juga menjadi
pusat penghancuran oleh kerajaan-kerajaan lainnya. Kerajaan Daud dan Salomo di
Israel runtuh, kerajaan Babilonia runtuh, kerajaan Mesir, kerajaan Asyur
runtuh, kerajaan Filistin (Palestina), kerajaan Persia runtuh, Kerajaan Yunani
runtuh dan bahkan kerajaan Romawi yang adalah kerajaan ternama di dunia juga
hancur dan tak ada pengaruhnya lagi sampai hari ini, hanya saja pengaruh
kebudayaan dari arsitektur Yunani dan Romawi masih membawa pengaruh hingga saat
ini namun kerajaannya sudah runtuh dan hancur dan tak dapat membangun kembali.
Alexander Agung hancur dan runtuh, Kaisar-kaisar Romawi juga hancur hanya
tinggal bangunannya dan reruntuhannya, Hitler hancur, Napoleon hancur, Deng
Shio Ping hancur, Komunisme lenyap, konfusionisme lenyap dan diantara banyak
kerajaan dan sistem pemerintahan mereka telah mati dan tak berdaya lagi untuk
mendirikannya. Semua kerajaan di dunia dan seluruh pemerintahan yang ada di
dunia ini hanya sementara dan mereka akan hancur dan ditelan oleh satu kerajaan
yang hebat, satu kerajaan yang kokoh dan kerajaan yang takkan pernah dikalahkan
pengaruhnya serta keberadaannya yaitu Kerajaan Yesus Kristus. Yesus Kristus
tidak punya senjata dan mizle bahkan bom atom dan nuklir yang hebat, Dia tidak
memiliki perisai dan pedang untuk berperang, Dia mempunyai filsafat yang
berbeda dari filsafat-filsafat yang terkenal sepanjang zaman begini kalimat
filsafat Yesus Kristus: “KerajaanKu bukan dari dunia ini” dalam kalimat ini
mengandung suatu arti yang begitu dalam, begitu hebat dan begitu sempurna
sehingga mengandung arti yang paling yang agung yaitu bahwa Kerajaan-Nya
berbeda dari kerajaan-kerajaan lainnya, dan berbeda dari sistem pemerintahan
dan budaya, sehingga pula Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang untuk selamanya
abadi itulah Yesus Kristus seorang Raja yang paling Agung dari segala yang
agung. Yesus Kristus bukan raja yang lahir di istana, Yesus Kristus bukan raja
yang kaya ketika didunia, Yesus Kristus bukanlah raja yang pernah dikubur di
kuburan yang bernilai ratusan juta, tetapi Yesus Kristus adalah seorang Raja
yang Agung tanpa harta ketika didunia, Raja yang miskin, Raja yang pernah mati
tergantung dikayu salib, Raja yang pernah juga bangkit dan naik ke Sorga. Yesus
Kristus adalah Raja yang datang dengan cara yang hina, Yesus Kristus adalah
juga Raja yang mati dalam kehinaan, namun kehinaan itu membawa kemuliaan yang
hebat serta pengaruh yang demikian takjub dan dunia menjadi saksi atas
kebangkitan-Nya. Banyak orang yang mengina Dia, banyak orang menghancurkan Dia,
kurang puas mereka menghancurkan Dia, lalu mereka yang tidak mengenal Dia mulai
menghancurkan dan membunuh pengikut-Nya. Namun dalam keadaan yang seperti
demikian tidaklah menjadi suatu hambatan untuk takut bagi orang-orang percaya
untuk menghadapi kematian, justru itulah kematian yang membawa kepada kehidupan
yang kekal bagi orang percaya yang sungguh-sungguh beriman kepada Dia. Yesus
tidak dapat mati, oleh sebab Dia tidak dapat mati maka Dia bangkit, dan Dia
hidup selamanya, filsafat-Nya tidak pernah akan hilang dalam diri orang
percaya. Sampai hari ini Kerajaan Kristus tetap berjalan dan dunia mengalami
gentar dan ketakutan melihat kerajaan-Nya sepanjang sejarah. Dia tidak lagi
dapat dilihat, namun pengaruh Yesus Kristus begitu hebat sampai hari ini dan
takkan Dia biarkan orang-orang menghancurkan Kerajaan-Nya. Siapakah penguasa
terbesar didunia ini kalau bukan Tuhan Yesus Kristus? Siapakah yang dapat
memegahkan diri karena kehebatannya? Siapa engkau? Engkau dan aku tidak ada
apa-apa bila dibandingkan dengan Kerajaan-Nya, kebijaksanaan-Nya, kehebatan-Nya.
Filsafat-Nya lagi berbunyi “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di Sorga dan
di bumi...” inilah kalimat Agung yang membuktikan sampai hari ini Dia tetap
sebagai penguasa dan sampai selamanya KerajaanNya tidak akan berkesudahan.
Banyak orang Kristen mati menjadi martir karena mempertahankan imannya terhadap
Tuhan Yesus Kristus, semua hal yang terjadi itu telah membawa kemuliaan bagi
Yesus Kristus dan Dia menambah jumlah orang menjadi percaya kepada Dia bagi
umat yang dipilih-Nya. Mereka yang menghancurkan orang-orang Kristen dan hanya
bisa menganiaya orang Kristen, pada suatu hari mereka akan bertobat dan saya
percaya betul bahwa semua mereka pasti bertobat dan berbalik dari segala
kejahatannya lalu mengikut Tuhan Yesus Kristus dan mengasihi Tuhan dengan
sungguh-sungguh. Pengaruh yang paling besar adalah Pribadi Yesus Kristus dan
ajaran-Nya, itulah Tuhan Yesus Kristus.
Jumat, 29 November 2013
Introduction Book Of Malachi (Old Testament) By Rian Frinandoe.
1.
Pendahuluan.
Dalam
presentasi kitab Maleakhi kali ini saya menyajikan kepada saudara tentang
pengantar kitab Maleakhi atau semacam introduction agar kita lebih memahami
kitab Maleakhi. Saya memuatkan dukungan-dukungan lain untuk memperlengkapi
pengantar kitab ini dengan mengutip beberapa bagian dari referensi buku lain
yang cukup terkenal. Sehingga dalam pengantar kitab ini biar kita juga bisa
bertanggung jawab untuk menjawab situasi dan kondisi kehidupan umat Tuhan pada
abad 20-21 sekarang ini. Adapun saya juga memuat comentary-comentary saya
tentang kitab ini dan lain dari comentary-comentary lainnya. Silahkan menyimak
presentasi ini dengan mata yang terbuka, dan corak pikiran yang murni, hati
yang sejati dan telinga yang jelas untuk mengerti bijaksana Tuhan dalam kitab
Maleakhi.
2.
Latar
Belakang Sejarah Kitab.
Maleakhi
hidup dan bernubuat bagi bangsa Israel yaitu setelah masa dari pembuangan.
Adapun yang menjadi alasan adanya kitab Maleakhi ini dimuat dalam sejarah
adalah karena sebab bangsa Israel atau umat Israel yang mulai terlihat hebat,
terlihat mantap dan terlihat luar biasa salahnya, kebejadannya dimata Allah,
oleh sebab itulah maka Allah mengutus Maleakhi untuk bernubuat bagi Israel
umat-Nya. Maleakhi hidup dalam masa pemerintahan Nehemia ketika Nehemia menjadi
gubernur. Sudahkah Bait Allah dibangun saat itu? Sudah. Para teolog setuju
bahwa Maleakhi bernubuat pada masa sesudah pemerintahan Nehemia, sebab zaman
ketika berada dalam zaman Nehemia, umat dan serta imam-imam Bait Allah
menganggap remeh akan setiap kurban, penyalahgunaan tata ibadat dalam rumah Tuhan,
dan mengabaikan pemberian persepuluhan kepada Tuhan Allah. Adapun juga yang
terjadi adalah dimana umat Allah mulai bersundal dan menikahi orang bangsawan
lainnya, dan ini menjadi latar belakang mengapa Allah sedemikian marah kepada
umat-Nya. Kemarahan Allah ini adalah dimana Allah menginginkan umat-Nya kembali
kepada Dia dengan sungguh-sungguh dan melaksanakan Taurat Tuhan dengan benar
dan setia.
3.
Penulis
Kitab.
Penulis
kitab Maleakhi adalah Maleakhi, dia adalah seorang nabi yang tergolong dalam
klasifikasi kitab nabi-nabi kecil urutan paling terakhir. Menurut tafsiran
Lembaga Sabda OLB (Versi Indonesia). Nama Maleakhi adalah nama orang Ibrani
yaitu Malachiah yang berarti “utusan Yehovah”. Maleakhi merupakan anggota
“Sinagoga Besar”, dia adalah seorang Lewi yang lahir di Supha, Zebulon, namun
tidak diketahui pasti mengenai nabi Maleakhi.[1] Mengenai arti Malachiah (Ibrani) dari
tafsiran Lembaga Sabda OLB mempunyai persamaan mengenai nama Maleakhi dengan
tafsiran dari Frank M. Boyd, A.B. Frank Boyd mengatakan arti dari nama Maleakhi
adalah “Pesuruh Allah”.[2]
Jadi saya melihat tidak ada perbedaan diantara keduanya jikalau berbicara
mengenai nama nabi ini, hanya saja kalimatnya yang berbeda, namun arti dan
konsepnya tetap sama. Maleakhi adalah utusan Yehovah atau bisa juga dikatakan
Pesuruh Allah. Maleakhi adalah nabi yang bersuara menyerukan nama Tuhan dengan
suara yang terakhir dalam kitab PL.
4.
Tahun
Penulisan Kitab.
Menurut
Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan atau Full Life Bible Study, kitab Maleakhi
ditulis sekitar tahun 430-420 sM.[3] C. Hassel Bullock memberikan tiga
pandangan yang berbeda dari ketiga asumsi kedalam bukunya yang berjudul Kitab
Nabi-nabi Perjanjian Lama, yaitu:
a. Pandangan
Pertama mengatakan bahwa Maleakhi hidup sezaman dengan Nehemia, berdasarkan
penekanan dan penyalahgunaan agama dan sosial yang serupa. Ini berarti bahwa
Maleakhi melayani sekitar tahun 444 sM, karena pada saat itulah Nehemia menjadi
gubernur di Yudea.
b. Pandangan
kedua menetapkan tanggal pelayanannya menjelang pemerintahan Nehemia sebagai
gubernur, mungkin selama tahun-tahun awal karya Ezra sekitar 450 sM. Karena
persamaan keadaan yang berlaku dalam zamannya dan zaman yang disebut dalam
Nehemia 13:10-29, Maleakhi mungkin mendahului Nehemia, karena Maleakhi tak
memberikan bukti tentang kekuatan reformasi dalam masyarakat.
c. Pandangan
yang ketiga menempatkan kitab ini sebelum Ezra. Alasannya yaitu tak disebutkan
perundang-undangan yang diperkenalkan oleh Ezra dan Nehemia (Ezra 10:3; Nehemia
13:13, 32.[4]
Saya
menyimpulkan dari semua pandangan yang ada diatas mengenai asumsi atau
perkiraan para teolog mengenai penulisan kitab Maleakhi bahwa saya
menyimpulkannya kitab Maleakhi ditulis antara tahun 445-430 sM. Apakah
alasannya?
a. Pada
tahun 445 sM Nehemia diangkat oleh seorang raja Artahasta menjadi gubernur, dia
memiliki kedudukan yang cukup berperan penting di Yerusalem yaitu dengan tugas
utama membangun kota Yerusalem (Nehemia pas. 2)
b. Tahun
430 sM Nehemia telah kembali ke Yerusalem karena ia sudah menghadap raja
Artahasta dan mendapatkan perintah (Nehemia 13). Tidak lama sesudah itulah
Maleakhi mulai bernubuat dan kitabnya ditulis.
5.
Tujuan
Penulisan Kitab Maleakhi.
Saya
memandang dari purpose/tujuan dalam penulisan dalam kitab ini begitu sangat
jelas dan bersifat komprhensif apalagi bila dilihat mengenai urutannya dalam
kanon Alkitab bahwa kitab Maleakhi adalah kitab yang terakhir. Tujuan yang saya
lihat dari pembacaan seluruh kitab Maleakhi ini adalah tujuan yang sifatnya
Allah berseru kepada para imam-imam yang memimpin ibadah dengan memberikan
segala teguran, nasehat yang keras dan peringatan yang begitu luar biasa. Allah
memandang kaum imam yang telah bertindak durhaka terhadap Tuhan, bertindak/berlaku
yang melecehkan atau menghina sistem kegiatan ibadah yang sudah Allah tetapkan
dalam kitab Taurat Musa.
6.
Ikhtisar
dan Struktur Kitab Maleakhi.
Kitab
Maleakhi terdiri dari 4 bagian. Pertama berisi pernyataan tentang kasih Allah
yang sangat besar kepada umat-Nya. Pernyataan ini diikuti oleh kecaman terhadap
dosa para imam, yaitu kelalaian dalam penyelanggaraan upacara-upacara yang
diatur oleh hukum musa (Taurat). Setelah kecaman terhadap dosa-dosa umat secara
umum, diantaranya adalah perkawinan campur dengan bangsa-bangsa asing,
keengganan untuk membayar perpuluhan, dan ketidaklayakan kurban yang
dipersembahkan. Akhirnya kitab ini ditutup dengan himbuan untuk memelihara
hukum Tuhan dan menantikan kedatangan Kristus.[5]
Leon
J. Wood mengikhtisarkan kitab Maleakhi sebagai berikut.
a. Kasih
Allah bagi Israel (1:1-5)
b. Kecaman
terhadap para imam (1:6-2:9)
c. Kecaman
terhadap umat (2:10-4:3)
d. Nasihat
untuk memelihara hukum Tuhan dan menantikan kedatangan Kristus (4:4-6).[6]
Ikhtisar
diatas, saya tambahkan lagi dengan beberapa strukur agar lebih dimengerti dan
dapat terlihat jelas mengenai pembagian-pembagian strukturnya, yaitu:
a) Pendahuluannya
terdapat ucapan Ilahi kepada Maleakhi (1:1).
b) Pertama
yaitu Tuhan mengasihi Israel (1:2-5).
c) Kedua
yaitu teguran bagi umat yang mencemarkan nama Tuhan (1:6-2:9).
d) Perbantahan
ketiga yaitu teguran kepada rakyat yang tidak peka dan tidak setia (2:10-16).
e) Keempat
yaitu keadilan Tuhan dan pemurnian umat-Nya (2:17-3:5).
f) Kelima
yaitu panggilan pertobatan (3:6-12).
g) Keenam
yaitu teguran tentang ucapan yang
melawan TUHAN (3:13-4:3).
h) Penutup berisi tentang kembali pada perjanjian
dahulu dan respon positif kepada Elia (4:4-6).
7.
Kondisi
Pemerintahan dan Keagamaan.
Kondisi
pemerintahan pada itu sepertinya umat Allah sudah lepas dari masa pembuangan.
Saat kembalinya umat Allah dari pembuangan di Babel dan Persia, umat Allah
diijinkan pulang ke negerinya. Saat pulang kenegerinyalah umat Allah mulai
dalam masa pemerintahan Nehemia. Dalam masa pemerintahan Nehemia menjadi
gubernur, Bait Allah dibangun kembali dan Ezra menjadi ahli kitab yang
mengajarkan umat dan para imam lainnya. Setelah pelayanan keduanya (Ezra dan
Nehemia) selesai maka Maleakhi diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan isi hati
Tuhan kepada umat-Nya. Sistem tata ibadah keagaman umat ternyata tidak seperti
yang diajarkan oleh Ezra ahli Kitab itu. Para imam yang sudah diajarkan
akhirnya berlaku kurang ajar terhadap Tuhan, berlaku serong dan menghancurkan
hati Tuhan. Maka Tuhan Allah menyerukan firman-Nya melalui nabi Maleakhi.
Sistem tata ibadah yang demikian tidak berkenan dihadapan Allah. Berbagai
tindakan yang kurang disiplin hukum Allah. Umat mempermalukan nama Tuhan, umat
tidak hormat kepada nama Tuhan, nama Tuhan tidak diindahkan, nama Tuhan tidak
lagi dihirau, nama Tuhan dianggap remeh. Dengan cara apakah? yaitu dengan cara
membawa korban yang cemar kepada Tuhan, korban cacat kepada Tuhan, korban najis
kepada Tuhan. Inilah berita yang kita dengar dari kitab Maleakhi ini. Sistem
ibadah yang Tuhan inginkan bukan demikian, Allah menginginkan ibadah yang
sejati dari umat-Nya, Allah menginginkan korban yang sejati, cinta yang sejati,
kesungguhan yang sejati, perpuluhan yang sejati, itulah yang Tuhan harapkan.
8.
Nabi
menyuarakan pesan Tuhan kepada umat-Nya.
Maleakhi
dipakai Tuhan Allah dengan hebat dalam pelayanannya sama seperti nabi-nabi
sebelum dia, Allah melihat kesungguhan hatinya, maka Allah memilih dia untuk
menyuarakan berita kepedihan hati Tuhan. Benarkah Allah itu pengasih? benar,
benarkah Allah itu adil? Benar. Maka oleh sebab hanya Dia yang penuh kasih dan
penuh keadilan maka Allah menjadi yang penuh kasih dan Allah juga menjadi hakim
yang adil. Suatu penekanan yang keras dalam setiap penyampaian firman Tuhan
kepada umat oleh Maleakhi, suatu sikap yang tegas dan tanpa berkompromi
terhadap ketidakbenaran yang dilakukan umat. Namun ada kalanya Allah
memperlakukan umat-Nya dengan nasihat yang lembut. Dua sifat Allah yang
terlihat keras dan lunak ini menggambarkan bahwa Allah penuh kasih dan adil
kepada umat-Nya. Dalam kitab Maleakhi Allah seringkali melakukan tanya jawab
kepada umat agar mata jasmani dan rohani umat terbuka lebar dan melihat Allah
dengan jelas melalui firman-Nya, sehingga mereka harus kembali kepada Allah.
Maleakhi memberikan suatu perintah dan suatu peringatan yang keras supaya para
imam dan umat kembali sungguh-sungguh kepada Tuhan Allah. Dengan aturan yang
sesuai dengan kitab Taurat sebagaimana jalannya ibadah dan kehendak Allah dalam
Taurat. Dalam nubuatan kitab Maleakhi adakah unsur nubuatan mengenai Mesianik?
Ada. Buktinya mana? baik kita akan melihat suatu bukti bahwa adanya unsur
nubuatan Mesianik dalam Kitab Maleakhi. Dalam pasal 3 ayat 1,2. Dalam ayat itu
Allah berterus terang mengenai kedatangan Yohanes Pembaptis yang akan
mempersiapkan jalan untuk Mesias. Meskipun tidak ada hubungannya antara arti
dari nama Yohanes Pembaptis, namun apabila kita melihat nubuatan yang sudah
terjadi maka kita akan memahami bahwa Yohanes Pembaptislah yang dimaksudkan
utusan itu, dan Malaikat Perjanjian yang ditunggu-tunggu itu adalah
Kristus/Mesias yang Allah janjikan. Oleh sebab Ia dijanjikan maka Allah
menyebut Dia Malaikat Perjanjian.
9.
Kesimpulan.
Pelayanan
Maleakhi sebagai nabi membuat mata kita orang Kristen terbuka lebar-lebar
bahkan hampir keluar kiranya karena melihat sesuatu yang terjadi antara umat
dan Allah. Nabi dengan berani menyuarakan tentang suatu berita isi hati Tuhan
adalah nabi yang seperti Maleakhi yang dengan jujur. Pelayanan nabi Maleakhi
memberikan suatu bidang mata pelajaran yang khusus kepada kita hari ini dimana
kita dapat melihat semua tindakan, semua perilaku yang disembunyikan, semua
tindakan moral yang imoral, semua kebenaran yang disalahgunakan, semua kasih yang
salah dilaksanakan, ketahuilah tidak ada yang tersembunyi dihadapan Allah.
Persembahan mu, pemberian mu, tulus dan iklaskah? Sejatikah engkau
memberikannya? Damaikah hati mu memberi kepada Tuhan tentang segala korban mu?
Sesungguhnya Allah tidak berkekurangan, Sesungguhnya Allah tidak miskin, dan
sesungguhnya juga Allah tidak kurang makanan dan minuman dan segala uang emas
dan perak. Tetapi kenapa Allah menginginkan persembahan yang terbaik? Karena
Allah hanya ingin melihat cinta umat-Nya kepada Dia seberapa tuluskah semua
yang dilakukan itu. Oleh sebab Allah ingin manusia mengasihi Dia maka Dia
berkata Kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap akal budi mu, segenap jiwa mu,
dan dengan segenap kekuatan mu. Kata segenap yang Allah maksud adalah suatu
kata yang mempunyai arti luas yaitu diantaranya adalah semuanya,
sebanyak-banyaknya, setulusnya, seiklasnya, sesejatinya itulah yang Allah
kehendaki dari umat-Nya. Orang Kristen mengasihi Tuhan? Apakah itu ucapan yang
jujur menurut diri orang Kristen? namun dalam kejujuran tersembunyi dusta
dimulut, mengatakan aku mengasihi Allah supaya dilihat rohani, supaya dilihat
lebih berkenan kepada Allah? Allah tidak dapat ditipu, mungkin engkau menipu
sesamamu, tetapi engkau tidak dapat menipu Allah yang jujur dan adil, yang
terbuka, yang maha hadir. Jikalau zaman ini orang Kristen sama keadaannya
seperti umat dalam kitab Maleakhi ini, bertobatlah dan kembalilah kepada
Allah!, jikalau pendeta-pendeta berlaku serong dan kurang ajar seperti para
imam dalam kitab Maleakhi ini bertobatlah!, jikalau mahasiswa berlaku seperti
umat dalam kitab Maleakhi ini bertobatlah engkau!, jikalau dosen-dosen seperti
para pengajar-pengajar yang tidak bertanggung jawab atas setiap ajarannya
bertobatlah, jikalau semua kita yang ada didalam ruangan ini berlaku sama
seperti semua peran orang-orang dalam kitab Maleakhi ini bertobatlah dan
kembalilah kita kepada Allah dengan mengasihi Allah sungguh-sungguh, memberikan
dan mengembalikan apa yang layak Allah terima sebagaimana kita terima dari
Allah, dan dengarkan Dia berbicara sebab firman-Nya sejati dan memberikan
kemakmuran serta damai sejahtera kepada kita semua, sehingga kita boleh layak
menerima cinta kasih dan disiplin dari Dia. Amin.
[1] Alkitab Electronic Sabda, 2008, Pendahuluan & Garis Besar Tafsiran
Wycliffe (Pendahuluan – Maleakhi),
YLSA/Yayasan Lembaga Sabda, Surakarta: Jawa Tengah, Buku Topik (1/26).
[3] Donald C. Stamps, M.A., M.Div.
dan Tim Editor, 2006, Alkitab Penuntun
Hidup Berkelimpahan, Gandum Mas: Malang, Hal. 1480.
[4] C. Hassel Bullock, 2002, Kitab Nabi-nabi Perjanjian Lama, Gandum
Mas: Malang, Hal. 460.
[5] Leon J. Wood, 2005, The Prophets of Israel, (Gandum Mas:
Malang), hal. 544.
[6] Ibid, 544.
Senin, 18 November 2013
Saat Paling Sendiri, Oleh Ryan Frinandoe.
Saat
Paling Sendiri
Eloi, Eloi lama sabakhtani? Ucapan teriakan ini keluar
dari mulut Sang Juruselamat dunia, suatu makna yang dalam dan paling mengerikan
hingga sulit dimengerti sepanjang sejarah adalah makna dari arti kata teriakan
Tuhan Yesus Kristus dikayu salib dengan bunyi “Eloi, Eloi lama sabakhtani?.”
Saat-saat dalam keadaan dimana semua orang telah melihat Juruselamat yang tergantung
dikayu salib, kini tibalah saatnya Tuhan Yesus dalam keadaan yang paling
sendiri, yang paling sedih, yang paling sepi, yang paling menderita dari segala
zaman ke zaman bahkan saat yang paling sendiri dari segala kesendirian manusia.
Perkataan ini seringkali ditafsirkan bahwa Tuhan Yesus berkata demikian karena
Allah Bapa meninggalkan Dia dan Roh Allah yang ada pada-Nya kini mulai naik ke
Sorga meninggalkan Dia.
Teriakan ini paling sedih, paling pahit, tidak ada yang
membela Dia, murid-murid pun pergi meninggalkan Dia sehingga Ia seorang Diri,
dimanakah murid-murid-Nya? Apakah begitu sikap murid terhadap Guru yang Agung
dari segala yang agung? Mereka meninggalkan Dia, bagaimana dengan kedua
penjahat? Mereka pun turut menghina Tuhan Yesus, tetapi Tuhan Yesus diam dan
tidak berkata apa-apa, tidak ada firman yang keluar saat itu setelah Ia
berteriak Eloi, Eloi lama sabakhtani?. Semua orang yang ada di bawah kayu salib
menghina Dia, hingga muncullah kalimat yang keluar dari mulut bangsa-Nya
sendiri, umat-Nya sendiri demikian bunyinya: Jika Engkau adalah raja orang
Yahudi, selamatkanlah diriMu!”. Mereka kemudian mengolok Dia, menghina Dia,
melecehkan nama baik-Nya, mereka meninggalkan Tuhan mereka sendiri yang
berkorban bagi mereka, mereka tidak sadar bahwa Dialah yang ditunggu-tunggu,
dinanti-nanti selama berabad-abad hingga hari ini. Saat semua meninggalkan Dia,
murid-murid yang tadinya setia kini berubah setia, mereka pergi karena merasa
kecewa terhadap sang Juruselamat yang tersalib. Saat paling sendiri inilah
adalah hal yang paling tidak nyaman, saat dalam paling sendiri inilah adalah
ketika Dia menahan kedua tangan yang terpaku dengan kejam dan hebat, saat
paling sendiri ini juga Dia harus menahan kesakitan yang yang Dia terima dari
Allah. Begitu kejam, begitu hebatnya siksaan yang harus ditanggungNya sehingga
Ia harus berteriak Eloi, Eloi lama sabakhtani? Teriakan yang berkumandang
dijalan-jalan, dibelokan-belokan, di bait Allah, dirumah-rumah, di kota-kota
kini mulai berteriak disalib dengan keadaan paling sendiri serta ditelanjangi
dan dan dipermalukan dengan kepedihan yang mendalam sehingga Ia harus teriak
Eloi, Eloi lama sabakhtani?
Marthin Luther seorang tokoh reformasih abad pertengahan
pernah selama 3 jam duduk didepan meja belajarnya hanya memikirkan kalimat
teriakan Tuhan Yesus “Eloi, Eloi, lama sabakhtani? Setelah 3 jam berakhir dan
duduk diam, akhirnya dia berdiri mengetok mejanya dengan keras dan berteriak
dalam ruangannya dengan teriakan: “Ya Tuhan bagaimana mungkin Allah
meninggalkan Allah, siapakah yang dapat memikirkan Allah meninggalkan Allah?”
sampai ia mati ia tidak tuntas memikirkan dan menafsirkan kalimat teriakan
Tuhan Yesus. Masuk kepada abad 20 ini seorang tokoh reformasi abad 20 bernama
Pdt. Dr. Stephen Tong, dalam bukunya yang berjudul 7 Perkataan Salib didalam
buku itu ia mengatakan: “Saat sendiri itu Ia harus berteriak dengan kalimat
Eloi, Eloi lama sabakhtani?, dalam kalimat itu nyata dan terlihat paling
mengerikan, saat semua kutukan manusia, kebejadan, zinah, tipu muslihat, dosa,
pemberontakan terhadap Allah, dan dosa percabulan, semua itu ditanggungkan
Allah kepada-Nya yang seharusnya diterima oleh manusia semua hukuman murka
Allah itu. Semua itu Yesus sudah ambil keputusan bahwa agar manusia bisa
diperdamaikan kembali dengan Allah Bapa maka Ia harus menjadi ganti manusia
untuk menerima hukuman murka Allah, maka Ia berteriak Eloi, Eloi lama
sabakhtani? Maknanya ialah bahwa Allah tidak rela melihat Anak-Nya sendiri
disiksa oleh ciptaan-Nya, sehingga Allah Bapa memalingkan muka-Nya dari
pandangan-Nya kepada Putera-Nya, inilah yang menyebabkan Tuhan Yesus berteriak
Eloi, Eloi lama sabakhtani?”. Makna yang dalam bagi keKristenan sepanjang
sejarah bahwa Yesus Kristus pernah disalib, bahwa Tuhan Yesus pernah berkata
Eloi, Eloi lama sabakhtani. Kalau Tuhan Yesus tidak melakukan demikian mungkin
kita akan berteriak selamanya dalam kerajaan maut untuk memohon pengampunan,
Dia teriak demikian agar manusia tidak berteriak menganggap Allah meninggalkan
dia.
Banyak orang Kristen tidak mengerti hal ini, kalimat ini
tidak dimengerti oleh mereka sebab mereka tidak pernah mau belajar dengan baik
tentang bagaimana makna tentang pengorbana di kayu salib, mereka hanya mencari
Tuhan bukan mau Tuhannya. John Calvin berkata “Karya terbesar terbesar dalam
hidup ini adalah pengorbanan Kristus dikayu salib”, namun orang Kristen
seringkali salah, sebab mereka hanya tahu berkat dan berkat. Orang Kristen
tidak akan mungkin menjual imannya jika ia tahu dan mengenal makna tentang
salib Kristus, mereka yang menjual imannya kepada dunia ini adalah kebodohan
yang sia-sia karena mereka tidak menghargai makna saat yang palin sendiri. Agar
manusia bisa berhubungan dengan Allah Bapa kembali maka Ia berdoa dengan
berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat”, inilah doa paling manis yang tak ada dalam ucapan guru-guru lain,
tokoh-tokoh agama terkemuka di dunia selain dari Tuhan Yesus sendiri. Biarlah
setelah menyimak artikel ini, renungkanlah makna salib Kristus dalam hidup kita,
agar iman kita dan pengenalan kita kepada Dia tidak tergoyahkan oleh kuasa
setan dan dunia, Amin.
Selasa, 12 November 2013
Renugan singkat mengenai Bersyukur VS Bersungut. Ryan Frinandoe.
Satu
hal yang dapat menghilangkan perasaan yang menderita adalah bersyukur dalam
segala hal. Yang dapat membuat hadirnya penderitaan adalah dimulai dari
bersungut-sungut. Sungut-sungut akan membelenggu pikiran dan hati nurani
sehingga tidak dapat berpikir bebas, tidak memberikan peluang bagi hati nurani
untuk memberikan penjelasan lagi tentang bagaimana bisa membentuk
langkah-langkah untuk menghilangkan perasaan yang sungut-sungut. Hanya karena
sebab rasa bersyukur sulit dilakukan. Rasul Paulus mengatakan: “bersyukurlah
dalam segala hal...” 1 Tesalonika 5:18. Keadaan yang bersyukur mengalahkan
perasaan yang menderita, tekanan batin, sakit jiwa, sakit pikiran, depresi.
Bersyukur kepada siapa? Hanya kepada Tuhan Yesus Kristus yang memberikan
pengajaran yang bersifat komprehensif (luas) yang tidak ada dalam buku-buku
lain selain dari Alkitab saja. Alkitab menjawab penderitaan yang dirasakan oleh
manusia, Alkitab memberikan solusi, Alkitab memberi motivasi yang begitu hebat,
Alkitab memberikan jawaban atas setiap pertanyaan mengapa harus ada
penderitaan, mengapa harus bersyukur. Mengapa harus begini dan begitu maka
Alkitab menjawab. Inilaha hebatnya Firman Allah semesta alam, Firman Allah atas
segala sesuatu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya berkata bagi kita
sekaliannya “hanya rasa yang bersyukur dapat mengalahkan perasaan yang
bersungut-sungut” amin.
Datang Kosong, Pulang Kosong. Oleh Ryan Frinandoe
Ayub 2:21
Seorang bayi keluar dari kandungan ibunya,kita
tak pernah melihat ia tiba-tiba memakai baju dan menggunakan celana atau
pakaian, tetapi ia malah menangis dan keadaan yang telanjang. Secara umum kita
tidak bisa membedakan bayi itu mengapa ia menangis saat keluar dari kandungan
ibunya, kita perlu bertanya apakah ia sedang bahagia dan terharu atau sedih dan
tidak mau menerima keberadaanya di dunia? Inilah yang dimaksud datang kosong
dan pulang kosong, artinya datang ke dunia tidak membawa apa-apa, kemudian
pulang pun tak membawa apa-apa. Ayub ketika mengalami ujian yang Tuhan ijinkan
terjadi padanya, telah mengatakan dalam ayat ini bahwa dengan telanjang ia
keluar dari kandungan ibunya, dan dengan telanjang juga ia akan kembali kepada
Tuhan. sesungguhnya tak ada yang dibanggakan dengan adanya harta berlimpah dan
kekayaan atau kehidupan yang mewah. Ayub ketika menjalani penderitaan yang ia
alami, semua hartanya habis bahkan, hanya saja nyawanya yang belum habis. Namun
ketika mengalami penderitaan yang berat Ayub bukanlah semakin ia menjauh dari
pada Tuhan, tetapi malah ia berseru “Terpujilah Tuhan”. dalam hal ini Ayub
menjadi orang yang sabar dan sepenuhnya menaruh harapannya kepada Tuhan, jadi
bisa dikatakan terserah semuanya pada Tuhan, apapun yang terjadi biarlah Tuhan
yang melakukan kehendak-Nya. Kita mau belajar dari cara Ayub memandang Tuhan,
dan kita tidak perlu kuatir tentang hidup, saat kita mati haruskah kita membawa
harta kita dan menaruhnya bersama dengan jasad kita dalam liang kubur?
Jawabannya tidak, mengapa? karena kita datang dengan cara yang kosong maka oleh
sebab itu saat kita kembali dan Tuhan menjemput kita pun kita harus pulang
dengan tidak membawa apa-apa. Belajarlah dari kehidupan Ayub yang juga menaruh
penharapannya sepenuhnya kepada Tuhan, maka kita akan menjadi orang yang berbeda
dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)