Kamis, 23 Januari 2014

“Berpalinglah kepada Tuhan” Ratapan 3:40 Ryan frinandoe

   Salah satu perbuatan yang menyakiti hati Tuhan adalah ketika manusia meninggalkan Tuhan. Mengapakah manusia sering menjauh dari pada Tuhan? Mengapa manusia seringkali menghancurkan hati Tuhan? Mengapa manusia selalu menyesal tetapi tidak pernah mau bertobat? Itu karena manusia mencoba-coba untuk pergi dan meninggalkan Tuhan dan menjauhkan pandangannya sendiri dari hadapan Allah. Siapakah yang sering membuat manusia pergi dan meninggalkan Tuhan? Yang sering bukan setan, tetapi keputusan diri sendiri, siapakah yang memperalat manusia setelah meninggalkan Tuhan? Yaitu setan. Bagaimanakah keadaan hidup manusia itu ketika jauh meninggalkan Tuhan? Hidupnya sengsara, berlaku seperti setan, berusaha melupakan kebenaran yang pernah ia kecap dari pada Allah. Dalam kitab Ratapan, Nabi Yeremia pernah merasakan ratapan itu karena umat Israel meninggalkan Tuhan dan mengikuti allah-allah lain yang tidak mereka kenal. Mengapa? Mereka pikir kekayaan yang mereka dapat bersifat kekal, mereka pikir kejayaan begitu limpah, mereka pikir mereka dapat memuaskan diri dan tidak hidup lagi didalam hukum Tuhan Allah. Maka saat dalam keadaan yang demikianlah mereka telah menyia-nyiakan anugerah Allah yang menyelamatkan mereka dari pekerjaan sebagai budak. Hidup Israel tidak menjadi budak ketika dalam naungan dan pimpinan Tuhan, segala bangsa takluk kepada mereka, segala bangsa harus tahu bahwa Allah Israel lebih hebat dari allah-allah bangsa lain, kebutuhan akan hidup tercukupi karena kelimpahan berkat dari Tuhan. Kurang apakah Tuhan Allah kepada mereka? Tidak ada. Tetapi saat mereka meninggalkan Tuhan, maka disitulah Tuhan memperlihatkan kepada mereka bahwa “tidak ada kebahagiaan saat meninggalkan Tuhan”. Cinta kasih Tuhan indah, cinta kasih Tuhan itu sejati, cinta kasih Tuhan itu sungguh-sungguh adalah kebenaran dan cinta kasih Tuhan itu adalah karya pengorbanan Tuhan.
            Orang Kristen sebenarnya sudah harus bisa mengerti ketika hal ini disampaikan, dan penjelasan kalimat-kalimat diatas adalah refleksi bagi keKristenan untuk mengkoreksi diri dengan berpikir “Tuhan apakah yang saya pernah lakukan terhadap Tuhan? Apakah saya sudah terlampau jauh meninggalkan Tuhan dengan segala macam cara untuk mencapai yang Tuhan tidak inginkan terjadi dalam hidup saya”. Apabila pemikiran orang Kristen semacam ini maka tidak menutup kemungkinan bahwa orang Kristen yang sudah menyeleweng dan jauh dari Tuhan akan sadar dan berpaling kepada Tuhan. Saat kembali kepada Tuhan hatinya hancur, jiwanya sedih dan ia sadar, karena ada Roh Kudus yang mengingatkan dia atas dosa dia. Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen tidak hendak meninggalkan Allah, tetapi bagi mereka yang meninggalkan Tuhan dan sudah terlampau jauh kesesatan hidup mereka, maka dengan kita berseru kepada mereka dengan berkata “bertobatlah dan berpalinglah kepada Tuhan sebelum engkau binasa”!!!. Orang Kristen yang sengaja meninggalkan Tuhan dan mencari harta kekayaan dunia maka kekayaan itu menjadi tuhan atas dia, orang Kristen yang meninggalkan Tuhan oleh sebab karena cintanya kepada perempuan atau laki-laki, maka setan akan mempermalukan dia dan Tuhan akan dicela. Suatu hari Tuhan berkata “Enyahlah engkau hai pembuat kejahatan, Aku tidak mengenal kamu”!!! mengapa? Karena mereka tidak mau berpaling kepada Tuhan. Bukankah Allah itu kasih penyayang? Ya Tuhan itu kasih, dalam hal ini orang Kristen tidak boleh lupa bahwa dalam kasih ada keadilan Allah dan dalam keadilan Allah ada hukuman dan dalam hukuman Allah ada kasih. Amin

Minggu, 19 Januari 2014

INJIL SEJATI, Ryan Frinandoe.

Kekristenan percaya akan Injil yang memiliki suatu kuasa Ilahi yang terkandung didalamnya. Injil merupakan suatu karya terbesar Allah Bapa dalam sejarah yang menaruh Kristus pada tiang kayu salib sebagai pribadi yang menyelamatkan umat-Nya dari penghakiman dosa. Injil adalah suatu karya pengorbanan Kristus di kayu salib, Injil adalah kasih dan keadilan Allah yang meliputi segala sesuatu dari segala zaman. Injil adalah karunia Allah didalam Kristus Yesus sehingga setiap mereka yang percaya akan berita Injil beroleh kehidupan yang penuh damai dengan Allah. Latar belakang adanya Injil disebabkan karena adanya suatu kerusakan besar yang manusia lakukan terhadap Allah, dengan demikian Injil telah ada untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah. Injil yang bersifat membebaskan, adalah Injil yang murni, Injil yang melepaskan manusia dari penghakiman dosa adalah Injil yang penuh kasih dan keadilan, Injil yang sungguh-sungguh memiliki pengenalan Kristus yang benar adalah Injil sejati. Orang yang sudah menerima Injil bukan saja ia harus mengalaminya secara penuh dan berkata aku dimenangkan oleh Injil, siapa saja ia yang mengalami Injil hendaklah ia bukan saja mengalaminya tetapi juga mengenalinya. Dengan demikian Injil memberikan suatu pemahaman yang terbesar terhadap diri-Nya sendiri. Karena Injil itu adalah Kristus sendiri, didalam Dia adalah kepenuhan Allah yang tak dapat di ukur. Keselamatan yang diterima dari Allah adalah keselamatan yang sempurna, jadi Injil bersifat menyelamatkan, dan keselamatan itu sendiri adalah Injil. Manusia sekian lama menantikan kedatangan seorang Raja Agung, dari suku-suku ke suku, dari bangsa ke bangsa, dari pulau ke pulau dari benua ke benua, dari kebudayaan menuju kepada kebudayaan, manusia tetap mencari seorang pemimpin yang hebat dan sempurna, yang bijaksana dan berhikmat serta dapat menyelamatkan manusia. Dalam keadaan yang demikian seorang Raja itu datang ke dalam dunia. Raja itu datang dari tempat yang sulit dipikirkan manusia, yaitu Kristus Yesus. Barangsiapa membunuh Yesus Kristus, dia telah pasti membunuh kerinduannya sendiri. Tetapi Yesus Kristus tidak dapat dibunuh, Ia pernah mati dan Ia bangkit kembali. Ini artinya Ia adalah tetap Raja. Pengajaran-Nya adalah berita Injil itu sendiri, dalam Injil ada sesuatu kebijaksanaaan terbesar, siapakah yang lebih bijaksana dari pada Kristus? Tidak ada. Dia yang memiliki kesetaraan yang begitu sama dengan Bapa sebab Dia adalah pribadi Bapa itu sendiri, Dia telah merendahkan diri menjadi sama seperti ciptaan-Nya yaitu menjadi manusia. Dia tunduk dalam ketaatan Hukum Taurat yang Ia buat sendiri untuk manusia, supaya Ia menjadi orang yang taat dalam Taurat itu sendiri. Sebab tidak ada yang mampu dan sanggup mentaati Taurat sebagai teladan dan contoh. Namun kedatangan-Nya bertujuan pula menggenapi Taurat. Jadi keselamatan bukan lagi dalam Taurat tetapi didalam Kristus itu sendiri, dan Kristus itu adalah Injil, dan Injil adalah ajaran-Nya, dan ajaran-Nya itu berasal dari dalam Dia sendiri. Dan karena didalam Dia, Injil menjadi suatu berita yang berkuasa untuk mengampuni dosa, menyelamatkan dari penghakiman dosa. Adakah berita seindah Injil sejati dari Kristus? Tidak ada. Injil adalah Firman dan Firman itu adalah Injil sebab keduanya berasal dari Kristus yang telah berfirman dan firman-Nya menjadi Injil. Dengan keberadaan Injil manusia dapat mengenal Raja itu, sekalipun banyak diantara manusia yang mencoba menghancurkan Dia tetapi tak dapat. Sebab Dia bersifat kekal dan abadi yang tak dapat mati itulah yang disebut Injil sejati (rahasia Injil).

Rabu, 04 Desember 2013

Yesus Kristus Seorang Raja dan Tokoh Berpengaruh Sepanjang Sejarah Manusia, Oleh Ryan Frinandoe

Kerajaan bangsa-bangsa sedemikian megah dan sebegitu hebat sepanjang sejarah yang telah tercatat dalam setiap catatan sejarah umat manusia di bumi yang Tuhan ciptakan ini. Kerajaan demi kerajaan bersaing hebat untuk mengkokohkan kerajaannya, membentuk suatu gerakan yang kuat dan saling mempengaruhi untuk memberikan ketakutan kepada kerajaan lainnya. Raja adalah hal yang paling istimewa hidupnya di dunia, raja adalah orang yang paling kuat pengaruhnya didalam masyarakat, raja ditakuti oleh rakyatnya, raja juga menjadi pusat penghancuran oleh kerajaan-kerajaan lainnya. Kerajaan Daud dan Salomo di Israel runtuh, kerajaan Babilonia runtuh, kerajaan Mesir, kerajaan Asyur runtuh, kerajaan Filistin (Palestina), kerajaan Persia runtuh, Kerajaan Yunani runtuh dan bahkan kerajaan Romawi yang adalah kerajaan ternama di dunia juga hancur dan tak ada pengaruhnya lagi sampai hari ini, hanya saja pengaruh kebudayaan dari arsitektur Yunani dan Romawi masih membawa pengaruh hingga saat ini namun kerajaannya sudah runtuh dan hancur dan tak dapat membangun kembali. Alexander Agung hancur dan runtuh, Kaisar-kaisar Romawi juga hancur hanya tinggal bangunannya dan reruntuhannya, Hitler hancur, Napoleon hancur, Deng Shio Ping hancur, Komunisme lenyap, konfusionisme lenyap dan diantara banyak kerajaan dan sistem pemerintahan mereka telah mati dan tak berdaya lagi untuk mendirikannya. Semua kerajaan di dunia dan seluruh pemerintahan yang ada di dunia ini hanya sementara dan mereka akan hancur dan ditelan oleh satu kerajaan yang hebat, satu kerajaan yang kokoh dan kerajaan yang takkan pernah dikalahkan pengaruhnya serta keberadaannya yaitu Kerajaan Yesus Kristus. Yesus Kristus tidak punya senjata dan mizle bahkan bom atom dan nuklir yang hebat, Dia tidak memiliki perisai dan pedang untuk berperang, Dia mempunyai filsafat yang berbeda dari filsafat-filsafat yang terkenal sepanjang zaman begini kalimat filsafat Yesus Kristus: “KerajaanKu bukan dari dunia ini” dalam kalimat ini mengandung suatu arti yang begitu dalam, begitu hebat dan begitu sempurna sehingga mengandung arti yang paling yang agung yaitu bahwa Kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan-kerajaan lainnya, dan berbeda dari sistem pemerintahan dan budaya, sehingga pula Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang untuk selamanya abadi itulah Yesus Kristus seorang Raja yang paling Agung dari segala yang agung. Yesus Kristus bukan raja yang lahir di istana, Yesus Kristus bukan raja yang kaya ketika didunia, Yesus Kristus bukanlah raja yang pernah dikubur di kuburan yang bernilai ratusan juta, tetapi Yesus Kristus adalah seorang Raja yang Agung tanpa harta ketika didunia, Raja yang miskin, Raja yang pernah mati tergantung dikayu salib, Raja yang pernah juga bangkit dan naik ke Sorga. Yesus Kristus adalah Raja yang datang dengan cara yang hina, Yesus Kristus adalah juga Raja yang mati dalam kehinaan, namun kehinaan itu membawa kemuliaan yang hebat serta pengaruh yang demikian takjub dan dunia menjadi saksi atas kebangkitan-Nya. Banyak orang yang mengina Dia, banyak orang menghancurkan Dia, kurang puas mereka menghancurkan Dia, lalu mereka yang tidak mengenal Dia mulai menghancurkan dan membunuh pengikut-Nya. Namun dalam keadaan yang seperti demikian tidaklah menjadi suatu hambatan untuk takut bagi orang-orang percaya untuk menghadapi kematian, justru itulah kematian yang membawa kepada kehidupan yang kekal bagi orang percaya yang sungguh-sungguh beriman kepada Dia. Yesus tidak dapat mati, oleh sebab Dia tidak dapat mati maka Dia bangkit, dan Dia hidup selamanya, filsafat-Nya tidak pernah akan hilang dalam diri orang percaya. Sampai hari ini Kerajaan Kristus tetap berjalan dan dunia mengalami gentar dan ketakutan melihat kerajaan-Nya sepanjang sejarah. Dia tidak lagi dapat dilihat, namun pengaruh Yesus Kristus begitu hebat sampai hari ini dan takkan Dia biarkan orang-orang menghancurkan Kerajaan-Nya. Siapakah penguasa terbesar didunia ini kalau bukan Tuhan Yesus Kristus? Siapakah yang dapat memegahkan diri karena kehebatannya? Siapa engkau? Engkau dan aku tidak ada apa-apa bila dibandingkan dengan Kerajaan-Nya, kebijaksanaan-Nya, kehebatan-Nya. Filsafat-Nya lagi berbunyi “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi...” inilah kalimat Agung yang membuktikan sampai hari ini Dia tetap sebagai penguasa dan sampai selamanya KerajaanNya tidak akan berkesudahan. Banyak orang Kristen mati menjadi martir karena mempertahankan imannya terhadap Tuhan Yesus Kristus, semua hal yang terjadi itu telah membawa kemuliaan bagi Yesus Kristus dan Dia menambah jumlah orang menjadi percaya kepada Dia bagi umat yang dipilih-Nya. Mereka yang menghancurkan orang-orang Kristen dan hanya bisa menganiaya orang Kristen, pada suatu hari mereka akan bertobat dan saya percaya betul bahwa semua mereka pasti bertobat dan berbalik dari segala kejahatannya lalu mengikut Tuhan Yesus Kristus dan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Pengaruh yang paling besar adalah Pribadi Yesus Kristus dan ajaran-Nya, itulah Tuhan Yesus Kristus.

Jumat, 29 November 2013

Introduction Book Of Malachi (Old Testament) By Rian Frinandoe.

1.      Pendahuluan.
Dalam presentasi kitab Maleakhi kali ini saya menyajikan kepada saudara tentang pengantar kitab Maleakhi atau semacam introduction agar kita lebih memahami kitab Maleakhi. Saya memuatkan dukungan-dukungan lain untuk memperlengkapi pengantar kitab ini dengan mengutip beberapa bagian dari referensi buku lain yang cukup terkenal. Sehingga dalam pengantar kitab ini biar kita juga bisa bertanggung jawab untuk menjawab situasi dan kondisi kehidupan umat Tuhan pada abad 20-21 sekarang ini. Adapun saya juga memuat comentary-comentary saya tentang kitab ini dan lain dari comentary-comentary lainnya. Silahkan menyimak presentasi ini dengan mata yang terbuka, dan corak pikiran yang murni, hati yang sejati dan telinga yang jelas untuk mengerti bijaksana Tuhan dalam kitab Maleakhi.
2.      Latar Belakang Sejarah Kitab.
Maleakhi hidup dan bernubuat bagi bangsa Israel yaitu setelah masa dari pembuangan. Adapun yang menjadi alasan adanya kitab Maleakhi ini dimuat dalam sejarah adalah karena sebab bangsa Israel atau umat Israel yang mulai terlihat hebat, terlihat mantap dan terlihat luar biasa salahnya, kebejadannya dimata Allah, oleh sebab itulah maka Allah mengutus Maleakhi untuk bernubuat bagi Israel umat-Nya. Maleakhi hidup dalam masa pemerintahan Nehemia ketika Nehemia menjadi gubernur. Sudahkah Bait Allah dibangun saat itu? Sudah. Para teolog setuju bahwa Maleakhi bernubuat pada masa sesudah pemerintahan Nehemia, sebab zaman ketika berada dalam zaman Nehemia, umat dan serta imam-imam Bait Allah menganggap remeh akan setiap kurban, penyalahgunaan tata ibadat dalam rumah Tuhan, dan mengabaikan pemberian persepuluhan kepada Tuhan Allah. Adapun juga yang terjadi adalah dimana umat Allah mulai bersundal dan menikahi orang bangsawan lainnya, dan ini menjadi latar belakang mengapa Allah sedemikian marah kepada umat-Nya. Kemarahan Allah ini adalah dimana Allah menginginkan umat-Nya kembali kepada Dia dengan sungguh-sungguh dan melaksanakan Taurat Tuhan dengan benar dan setia.

3.      Penulis Kitab.
Penulis kitab Maleakhi adalah Maleakhi, dia adalah seorang nabi yang tergolong dalam klasifikasi kitab nabi-nabi kecil urutan paling terakhir. Menurut tafsiran Lembaga Sabda OLB (Versi Indonesia). Nama Maleakhi adalah nama orang Ibrani yaitu Malachiah yang berarti “utusan Yehovah”. Maleakhi merupakan anggota “Sinagoga Besar”, dia adalah seorang Lewi yang lahir di Supha, Zebulon, namun tidak diketahui pasti mengenai nabi Maleakhi.[1] Mengenai arti Malachiah (Ibrani) dari tafsiran Lembaga Sabda OLB mempunyai persamaan mengenai nama Maleakhi dengan tafsiran dari Frank M. Boyd, A.B. Frank Boyd mengatakan arti dari nama Maleakhi adalah “Pesuruh Allah”.[2] Jadi saya melihat tidak ada perbedaan diantara keduanya jikalau berbicara mengenai nama nabi ini, hanya saja kalimatnya yang berbeda, namun arti dan konsepnya tetap sama. Maleakhi adalah utusan Yehovah atau bisa juga dikatakan Pesuruh Allah. Maleakhi adalah nabi yang bersuara menyerukan nama Tuhan dengan suara yang terakhir dalam kitab PL.

4.      Tahun Penulisan Kitab.
Menurut Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan atau Full Life Bible Study, kitab Maleakhi ditulis sekitar tahun 430-420 sM.[3] C. Hassel Bullock memberikan tiga pandangan yang berbeda dari ketiga asumsi kedalam bukunya yang berjudul Kitab Nabi-nabi Perjanjian Lama, yaitu:
a.       Pandangan Pertama mengatakan bahwa Maleakhi hidup sezaman dengan Nehemia, berdasarkan penekanan dan penyalahgunaan agama dan sosial yang serupa. Ini berarti bahwa Maleakhi melayani sekitar tahun 444 sM, karena pada saat itulah Nehemia menjadi gubernur di Yudea.
b.      Pandangan kedua menetapkan tanggal pelayanannya menjelang pemerintahan Nehemia sebagai gubernur, mungkin selama tahun-tahun awal karya Ezra sekitar 450 sM. Karena persamaan keadaan yang berlaku dalam zamannya dan zaman yang disebut dalam Nehemia 13:10-29, Maleakhi mungkin mendahului Nehemia, karena Maleakhi tak memberikan bukti tentang kekuatan reformasi dalam masyarakat.
c.       Pandangan yang ketiga menempatkan kitab ini sebelum Ezra. Alasannya yaitu tak disebutkan perundang-undangan yang diperkenalkan oleh Ezra dan Nehemia (Ezra 10:3; Nehemia 13:13, 32.[4]
Saya menyimpulkan dari semua pandangan yang ada diatas mengenai asumsi atau perkiraan para teolog mengenai penulisan kitab Maleakhi bahwa saya menyimpulkannya kitab Maleakhi ditulis antara tahun 445-430 sM. Apakah alasannya?
a.       Pada tahun 445 sM Nehemia diangkat oleh seorang raja Artahasta menjadi gubernur, dia memiliki kedudukan yang cukup berperan penting di Yerusalem yaitu dengan tugas utama membangun kota Yerusalem (Nehemia pas. 2)
b.      Tahun 430 sM Nehemia telah kembali ke Yerusalem karena ia sudah menghadap raja Artahasta dan mendapatkan perintah (Nehemia 13). Tidak lama sesudah itulah Maleakhi mulai bernubuat dan kitabnya ditulis.

5.      Tujuan Penulisan Kitab Maleakhi.
Saya memandang dari purpose/tujuan dalam penulisan dalam kitab ini begitu sangat jelas dan bersifat komprhensif apalagi bila dilihat mengenai urutannya dalam kanon Alkitab bahwa kitab Maleakhi adalah kitab yang terakhir. Tujuan yang saya lihat dari pembacaan seluruh kitab Maleakhi ini adalah tujuan yang sifatnya Allah berseru kepada para imam-imam yang memimpin ibadah dengan memberikan segala teguran, nasehat yang keras dan peringatan yang begitu luar biasa. Allah memandang kaum imam yang telah bertindak durhaka terhadap Tuhan, bertindak/berlaku yang melecehkan atau menghina sistem kegiatan ibadah yang sudah Allah tetapkan dalam kitab Taurat Musa.

6.      Ikhtisar dan Struktur Kitab Maleakhi.
Kitab Maleakhi terdiri dari 4 bagian. Pertama berisi pernyataan tentang kasih Allah yang sangat besar kepada umat-Nya. Pernyataan ini diikuti oleh kecaman terhadap dosa para imam, yaitu kelalaian dalam penyelanggaraan upacara-upacara yang diatur oleh hukum musa (Taurat). Setelah kecaman terhadap dosa-dosa umat secara umum, diantaranya adalah perkawinan campur dengan bangsa-bangsa asing, keengganan untuk membayar perpuluhan, dan ketidaklayakan kurban yang dipersembahkan. Akhirnya kitab ini ditutup dengan himbuan untuk memelihara hukum Tuhan dan menantikan kedatangan Kristus.[5]
Leon J. Wood mengikhtisarkan kitab Maleakhi sebagai berikut.
a.       Kasih Allah bagi Israel (1:1-5)
b.      Kecaman terhadap para imam (1:6-2:9)
c.       Kecaman terhadap umat (2:10-4:3)
d.      Nasihat untuk memelihara hukum Tuhan dan menantikan kedatangan Kristus (4:4-6).[6]
Ikhtisar diatas, saya tambahkan lagi dengan beberapa strukur agar lebih dimengerti dan dapat terlihat jelas mengenai pembagian-pembagian strukturnya, yaitu:
a)      Pendahuluannya terdapat ucapan Ilahi kepada Maleakhi (1:1).
b)      Pertama yaitu Tuhan mengasihi Israel (1:2-5).
c)      Kedua yaitu teguran bagi umat yang mencemarkan nama Tuhan (1:6-2:9).
d)     Perbantahan ketiga yaitu teguran kepada rakyat yang tidak peka dan tidak setia (2:10-16).
e)      Keempat yaitu keadilan Tuhan dan pemurnian umat-Nya (2:17-3:5).
f)       Kelima yaitu panggilan pertobatan (3:6-12).
g)      Keenam yaitu teguran tentang ucapan yang melawan TUHAN (3:13-4:3).
h)      Penutup berisi tentang kembali pada perjanjian dahulu dan respon positif kepada Elia (4:4-6).

7.      Kondisi Pemerintahan dan Keagamaan.
Kondisi pemerintahan pada itu sepertinya umat Allah sudah lepas dari masa pembuangan. Saat kembalinya umat Allah dari pembuangan di Babel dan Persia, umat Allah diijinkan pulang ke negerinya. Saat pulang kenegerinyalah umat Allah mulai dalam masa pemerintahan Nehemia. Dalam masa pemerintahan Nehemia menjadi gubernur, Bait Allah dibangun kembali dan Ezra menjadi ahli kitab yang mengajarkan umat dan para imam lainnya. Setelah pelayanan keduanya (Ezra dan Nehemia) selesai maka Maleakhi diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan isi hati Tuhan kepada umat-Nya. Sistem tata ibadah keagaman umat ternyata tidak seperti yang diajarkan oleh Ezra ahli Kitab itu. Para imam yang sudah diajarkan akhirnya berlaku kurang ajar terhadap Tuhan, berlaku serong dan menghancurkan hati Tuhan. Maka Tuhan Allah menyerukan firman-Nya melalui nabi Maleakhi. Sistem tata ibadah yang demikian tidak berkenan dihadapan Allah. Berbagai tindakan yang kurang disiplin hukum Allah. Umat mempermalukan nama Tuhan, umat tidak hormat kepada nama Tuhan, nama Tuhan tidak diindahkan, nama Tuhan tidak lagi dihirau, nama Tuhan dianggap remeh. Dengan cara apakah? yaitu dengan cara membawa korban yang cemar kepada Tuhan, korban cacat kepada Tuhan, korban najis kepada Tuhan. Inilah berita yang kita dengar dari kitab Maleakhi ini. Sistem ibadah yang Tuhan inginkan bukan demikian, Allah menginginkan ibadah yang sejati dari umat-Nya, Allah menginginkan korban yang sejati, cinta yang sejati, kesungguhan yang sejati, perpuluhan yang sejati, itulah yang Tuhan harapkan.

8.      Nabi menyuarakan pesan Tuhan kepada umat-Nya.
Maleakhi dipakai Tuhan Allah dengan hebat dalam pelayanannya sama seperti nabi-nabi sebelum dia, Allah melihat kesungguhan hatinya, maka Allah memilih dia untuk menyuarakan berita kepedihan hati Tuhan. Benarkah Allah itu pengasih? benar, benarkah Allah itu adil? Benar. Maka oleh sebab hanya Dia yang penuh kasih dan penuh keadilan maka Allah menjadi yang penuh kasih dan Allah juga menjadi hakim yang adil. Suatu penekanan yang keras dalam setiap penyampaian firman Tuhan kepada umat oleh Maleakhi, suatu sikap yang tegas dan tanpa berkompromi terhadap ketidakbenaran yang dilakukan umat. Namun ada kalanya Allah memperlakukan umat-Nya dengan nasihat yang lembut. Dua sifat Allah yang terlihat keras dan lunak ini menggambarkan bahwa Allah penuh kasih dan adil kepada umat-Nya. Dalam kitab Maleakhi Allah seringkali melakukan tanya jawab kepada umat agar mata jasmani dan rohani umat terbuka lebar dan melihat Allah dengan jelas melalui firman-Nya, sehingga mereka harus kembali kepada Allah. Maleakhi memberikan suatu perintah dan suatu peringatan yang keras supaya para imam dan umat kembali sungguh-sungguh kepada Tuhan Allah. Dengan aturan yang sesuai dengan kitab Taurat sebagaimana jalannya ibadah dan kehendak Allah dalam Taurat. Dalam nubuatan kitab Maleakhi adakah unsur nubuatan mengenai Mesianik? Ada. Buktinya mana? baik kita akan melihat suatu bukti bahwa adanya unsur nubuatan Mesianik dalam Kitab Maleakhi. Dalam pasal 3 ayat 1,2. Dalam ayat itu Allah berterus terang mengenai kedatangan Yohanes Pembaptis yang akan mempersiapkan jalan untuk Mesias. Meskipun tidak ada hubungannya antara arti dari nama Yohanes Pembaptis, namun apabila kita melihat nubuatan yang sudah terjadi maka kita akan memahami bahwa Yohanes Pembaptislah yang dimaksudkan utusan itu, dan Malaikat Perjanjian yang ditunggu-tunggu itu adalah Kristus/Mesias yang Allah janjikan. Oleh sebab Ia dijanjikan maka Allah menyebut Dia Malaikat Perjanjian.

9.      Kesimpulan.
Pelayanan Maleakhi sebagai nabi membuat mata kita orang Kristen terbuka lebar-lebar bahkan hampir keluar kiranya karena melihat sesuatu yang terjadi antara umat dan Allah. Nabi dengan berani menyuarakan tentang suatu berita isi hati Tuhan adalah nabi yang seperti Maleakhi yang dengan jujur. Pelayanan nabi Maleakhi memberikan suatu bidang mata pelajaran yang khusus kepada kita hari ini dimana kita dapat melihat semua tindakan, semua perilaku yang disembunyikan, semua tindakan moral yang imoral, semua kebenaran yang disalahgunakan, semua kasih yang salah dilaksanakan, ketahuilah tidak ada yang tersembunyi dihadapan Allah. Persembahan mu, pemberian mu, tulus dan iklaskah? Sejatikah engkau memberikannya? Damaikah hati mu memberi kepada Tuhan tentang segala korban mu? Sesungguhnya Allah tidak berkekurangan, Sesungguhnya Allah tidak miskin, dan sesungguhnya juga Allah tidak kurang makanan dan minuman dan segala uang emas dan perak. Tetapi kenapa Allah menginginkan persembahan yang terbaik? Karena Allah hanya ingin melihat cinta umat-Nya kepada Dia seberapa tuluskah semua yang dilakukan itu. Oleh sebab Allah ingin manusia mengasihi Dia maka Dia berkata Kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap akal budi mu, segenap jiwa mu, dan dengan segenap kekuatan mu. Kata segenap yang Allah maksud adalah suatu kata yang mempunyai arti luas yaitu diantaranya adalah semuanya, sebanyak-banyaknya, setulusnya, seiklasnya, sesejatinya itulah yang Allah kehendaki dari umat-Nya. Orang Kristen mengasihi Tuhan? Apakah itu ucapan yang jujur menurut diri orang Kristen? namun dalam kejujuran tersembunyi dusta dimulut, mengatakan aku mengasihi Allah supaya dilihat rohani, supaya dilihat lebih berkenan kepada Allah? Allah tidak dapat ditipu, mungkin engkau menipu sesamamu, tetapi engkau tidak dapat menipu Allah yang jujur dan adil, yang terbuka, yang maha hadir. Jikalau zaman ini orang Kristen sama keadaannya seperti umat dalam kitab Maleakhi ini, bertobatlah dan kembalilah kepada Allah!, jikalau pendeta-pendeta berlaku serong dan kurang ajar seperti para imam dalam kitab Maleakhi ini bertobatlah!, jikalau mahasiswa berlaku seperti umat dalam kitab Maleakhi ini bertobatlah engkau!, jikalau dosen-dosen seperti para pengajar-pengajar yang tidak bertanggung jawab atas setiap ajarannya bertobatlah, jikalau semua kita yang ada didalam ruangan ini berlaku sama seperti semua peran orang-orang dalam kitab Maleakhi ini bertobatlah dan kembalilah kita kepada Allah dengan mengasihi Allah sungguh-sungguh, memberikan dan mengembalikan apa yang layak Allah terima sebagaimana kita terima dari Allah, dan dengarkan Dia berbicara sebab firman-Nya sejati dan memberikan kemakmuran serta damai sejahtera kepada kita semua, sehingga kita boleh layak menerima cinta kasih dan disiplin dari Dia. Amin.



[1] Alkitab Electronic Sabda, 2008, Pendahuluan & Garis Besar Tafsiran Wycliffe (Pendahuluan – Maleakhi),  YLSA/Yayasan Lembaga Sabda, Surakarta: Jawa Tengah, Buku Topik (1/26).
[2] Frank M. Boyd. A.B, 1999, Kitab Nabi-nabi Kecil, Gandum Mas (Malang), Hal. 170.
[3] Donald C. Stamps, M.A., M.Div. dan Tim Editor, 2006, Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, Gandum Mas: Malang, Hal. 1480.
[4] C. Hassel Bullock, 2002, Kitab Nabi-nabi Perjanjian Lama, Gandum Mas: Malang, Hal. 460.
[5] Leon J. Wood, 2005, The Prophets of Israel, (Gandum Mas: Malang), hal. 544.
[6] Ibid, 544.

Senin, 18 November 2013

Saat Paling Sendiri, Oleh Ryan Frinandoe.


Saat Paling Sendiri
 
            Eloi, Eloi lama sabakhtani? Ucapan teriakan ini keluar dari mulut Sang Juruselamat dunia, suatu makna yang dalam dan paling mengerikan hingga sulit dimengerti sepanjang sejarah adalah makna dari arti kata teriakan Tuhan Yesus Kristus dikayu salib dengan bunyi “Eloi, Eloi lama sabakhtani?.” Saat-saat dalam keadaan dimana semua orang telah melihat Juruselamat yang tergantung dikayu salib, kini tibalah saatnya Tuhan Yesus dalam keadaan yang paling sendiri, yang paling sedih, yang paling sepi, yang paling menderita dari segala zaman ke zaman bahkan saat yang paling sendiri dari segala kesendirian manusia. Perkataan ini seringkali ditafsirkan bahwa Tuhan Yesus berkata demikian karena Allah Bapa meninggalkan Dia dan Roh Allah yang ada pada-Nya kini mulai naik ke Sorga meninggalkan Dia.
            Teriakan ini paling sedih, paling pahit, tidak ada yang membela Dia, murid-murid pun pergi meninggalkan Dia sehingga Ia seorang Diri, dimanakah murid-murid-Nya? Apakah begitu sikap murid terhadap Guru yang Agung dari segala yang agung? Mereka meninggalkan Dia, bagaimana dengan kedua penjahat? Mereka pun turut menghina Tuhan Yesus, tetapi Tuhan Yesus diam dan tidak berkata apa-apa, tidak ada firman yang keluar saat itu setelah Ia berteriak Eloi, Eloi lama sabakhtani?. Semua orang yang ada di bawah kayu salib menghina Dia, hingga muncullah kalimat yang keluar dari mulut bangsa-Nya sendiri, umat-Nya sendiri demikian bunyinya: Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diriMu!”. Mereka kemudian mengolok Dia, menghina Dia, melecehkan nama baik-Nya, mereka meninggalkan Tuhan mereka sendiri yang berkorban bagi mereka, mereka tidak sadar bahwa Dialah yang ditunggu-tunggu, dinanti-nanti selama berabad-abad hingga hari ini. Saat semua meninggalkan Dia, murid-murid yang tadinya setia kini berubah setia, mereka pergi karena merasa kecewa terhadap sang Juruselamat yang tersalib. Saat paling sendiri inilah adalah hal yang paling tidak nyaman, saat dalam paling sendiri inilah adalah ketika Dia menahan kedua tangan yang terpaku dengan kejam dan hebat, saat paling sendiri ini juga Dia harus menahan kesakitan yang yang Dia terima dari Allah. Begitu kejam, begitu hebatnya siksaan yang harus ditanggungNya sehingga Ia harus berteriak Eloi, Eloi lama sabakhtani? Teriakan yang berkumandang dijalan-jalan, dibelokan-belokan, di bait Allah, dirumah-rumah, di kota-kota kini mulai berteriak disalib dengan keadaan paling sendiri serta ditelanjangi dan dan dipermalukan dengan kepedihan yang mendalam sehingga Ia harus teriak Eloi, Eloi lama sabakhtani?
            Marthin Luther seorang tokoh reformasih abad pertengahan pernah selama 3 jam duduk didepan meja belajarnya hanya memikirkan kalimat teriakan Tuhan Yesus “Eloi, Eloi, lama sabakhtani? Setelah 3 jam berakhir dan duduk diam, akhirnya dia berdiri mengetok mejanya dengan keras dan berteriak dalam ruangannya dengan teriakan: “Ya Tuhan bagaimana mungkin Allah meninggalkan Allah, siapakah yang dapat memikirkan Allah meninggalkan Allah?” sampai ia mati ia tidak tuntas memikirkan dan menafsirkan kalimat teriakan Tuhan Yesus. Masuk kepada abad 20 ini seorang tokoh reformasi abad 20 bernama Pdt. Dr. Stephen Tong, dalam bukunya yang berjudul 7 Perkataan Salib didalam buku itu ia mengatakan: “Saat sendiri itu Ia harus berteriak dengan kalimat Eloi, Eloi lama sabakhtani?, dalam kalimat itu nyata dan terlihat paling mengerikan, saat semua kutukan manusia, kebejadan, zinah, tipu muslihat, dosa, pemberontakan terhadap Allah, dan dosa percabulan, semua itu ditanggungkan Allah kepada-Nya yang seharusnya diterima oleh manusia semua hukuman murka Allah itu. Semua itu Yesus sudah ambil keputusan bahwa agar manusia bisa diperdamaikan kembali dengan Allah Bapa maka Ia harus menjadi ganti manusia untuk menerima hukuman murka Allah, maka Ia berteriak Eloi, Eloi lama sabakhtani? Maknanya ialah bahwa Allah tidak rela melihat Anak-Nya sendiri disiksa oleh ciptaan-Nya, sehingga Allah Bapa memalingkan muka-Nya dari pandangan-Nya kepada Putera-Nya, inilah yang menyebabkan Tuhan Yesus berteriak Eloi, Eloi lama sabakhtani?”. Makna yang dalam bagi keKristenan sepanjang sejarah bahwa Yesus Kristus pernah disalib, bahwa Tuhan Yesus pernah berkata Eloi, Eloi lama sabakhtani. Kalau Tuhan Yesus tidak melakukan demikian mungkin kita akan berteriak selamanya dalam kerajaan maut untuk memohon pengampunan, Dia teriak demikian agar manusia tidak berteriak menganggap Allah meninggalkan dia.
            Banyak orang Kristen tidak mengerti hal ini, kalimat ini tidak dimengerti oleh mereka sebab mereka tidak pernah mau belajar dengan baik tentang bagaimana makna tentang pengorbana di kayu salib, mereka hanya mencari Tuhan bukan mau Tuhannya. John Calvin berkata “Karya terbesar terbesar dalam hidup ini adalah pengorbanan Kristus dikayu salib”, namun orang Kristen seringkali salah, sebab mereka hanya tahu berkat dan berkat. Orang Kristen tidak akan mungkin menjual imannya jika ia tahu dan mengenal makna tentang salib Kristus, mereka yang menjual imannya kepada dunia ini adalah kebodohan yang sia-sia karena mereka tidak menghargai makna saat yang palin sendiri. Agar manusia bisa berhubungan dengan Allah Bapa kembali maka Ia berdoa dengan berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, inilah doa paling manis yang tak ada dalam ucapan guru-guru lain, tokoh-tokoh agama terkemuka di dunia selain dari Tuhan Yesus sendiri. Biarlah setelah menyimak artikel ini, renungkanlah makna salib Kristus dalam hidup kita, agar iman kita dan pengenalan kita kepada Dia tidak tergoyahkan oleh kuasa setan dan dunia, Amin.

Selasa, 12 November 2013

Renugan singkat mengenai Bersyukur VS Bersungut. Ryan Frinandoe.



Satu hal yang dapat menghilangkan perasaan yang menderita adalah bersyukur dalam segala hal. Yang dapat membuat hadirnya penderitaan adalah dimulai dari bersungut-sungut. Sungut-sungut akan membelenggu pikiran dan hati nurani sehingga tidak dapat berpikir bebas, tidak memberikan peluang bagi hati nurani untuk memberikan penjelasan lagi tentang bagaimana bisa membentuk langkah-langkah untuk menghilangkan perasaan yang sungut-sungut. Hanya karena sebab rasa bersyukur sulit dilakukan. Rasul Paulus mengatakan: “bersyukurlah dalam segala hal...” 1 Tesalonika 5:18. Keadaan yang bersyukur mengalahkan perasaan yang menderita, tekanan batin, sakit jiwa, sakit pikiran, depresi. Bersyukur kepada siapa? Hanya kepada Tuhan Yesus Kristus yang memberikan pengajaran yang bersifat komprehensif (luas) yang tidak ada dalam buku-buku lain selain dari Alkitab saja. Alkitab menjawab penderitaan yang dirasakan oleh manusia, Alkitab memberikan solusi, Alkitab memberi motivasi yang begitu hebat, Alkitab memberikan jawaban atas setiap pertanyaan mengapa harus ada penderitaan, mengapa harus bersyukur. Mengapa harus begini dan begitu maka Alkitab menjawab. Inilaha hebatnya Firman Allah semesta alam, Firman Allah atas segala sesuatu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya berkata bagi kita sekaliannya “hanya rasa yang bersyukur dapat mengalahkan perasaan yang bersungut-sungut” amin.

Datang Kosong, Pulang Kosong. Oleh Ryan Frinandoe



Ayub 2:21 

Seorang bayi keluar dari kandungan ibunya,kita tak pernah melihat ia tiba-tiba memakai baju dan menggunakan celana atau pakaian, tetapi ia malah menangis dan keadaan yang telanjang. Secara umum kita tidak bisa membedakan bayi itu mengapa ia menangis saat keluar dari kandungan ibunya, kita perlu bertanya apakah ia sedang bahagia dan terharu atau sedih dan tidak mau menerima keberadaanya di dunia? Inilah yang dimaksud datang kosong dan pulang kosong, artinya datang ke dunia tidak membawa apa-apa, kemudian pulang pun tak membawa apa-apa. Ayub ketika mengalami ujian yang Tuhan ijinkan terjadi padanya, telah mengatakan dalam ayat ini bahwa dengan telanjang ia keluar dari kandungan ibunya, dan dengan telanjang juga ia akan kembali kepada Tuhan. sesungguhnya tak ada yang dibanggakan dengan adanya harta berlimpah dan kekayaan atau kehidupan yang mewah. Ayub ketika menjalani penderitaan yang ia alami, semua hartanya habis bahkan, hanya saja nyawanya yang belum habis. Namun ketika mengalami penderitaan yang berat Ayub bukanlah semakin ia menjauh dari pada Tuhan, tetapi malah ia berseru “Terpujilah Tuhan”. dalam hal ini Ayub menjadi orang yang sabar dan sepenuhnya menaruh harapannya kepada Tuhan, jadi bisa dikatakan terserah semuanya pada Tuhan, apapun yang terjadi biarlah Tuhan yang melakukan kehendak-Nya. Kita mau belajar dari cara Ayub memandang Tuhan, dan kita tidak perlu kuatir tentang hidup, saat kita mati haruskah kita membawa harta kita dan menaruhnya bersama dengan jasad kita dalam liang kubur? Jawabannya tidak, mengapa? karena kita datang dengan cara yang kosong maka oleh sebab itu saat kita kembali dan Tuhan menjemput kita pun kita harus pulang dengan tidak membawa apa-apa. Belajarlah dari kehidupan Ayub yang juga menaruh penharapannya sepenuhnya kepada Tuhan, maka kita akan menjadi orang yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah.