Rabu, 30 Oktober 2013

Hidup Kristen Yang Diperbaharui (Ryan Frinandoe)

Hidup Kristen Yang Diperbaharui
Efesus 4:17-19.
Pendahuluan.
            Siapakah orang Kristen, bagaimanakah cara hidup orang Kristen? Orang Kristen yang hidupnya sejati adalah orang Kristen yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang hidupnya semua diserahkan kepada Tuhan, baik itu pikirannya, pola hidup, harapannya, jalan hidupnya dan segala apa yang ada padanya. Orang Kristen yang semacam inilah orang yang mempunyai masa depan yang baik. Mereka punya perasaan yang harus rela menderita karena pembelaan yang benar terhadap keKristenannya. Apakah semua orang Kristen itu orang yang bodoh? saya menjawabnya “tidak”. Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang selalu ingin mengenal Tuhan dengan sikap dan tindakan yang melakukan kehendak Bapa sesuai dengan keharusan yang ditetapkan oleh Kristus. Banyak orang diluar Kristen dari zaman ke zaman menganggap orang Kristen itu orang yang bodoh. Orang Kristen yang bodoh adalah orang yang tidak mau belajar firman Tuhan, tidak mau menulusuri firman Tuhan, yang hanya menyimpan Alkitab sampai berdebu karena tidak pernah dibaca sama sekali, akibat perbuatan dan tindakan semacam ini mereka menjadi bodoh dan tidak mengerti apa-apa. Orang Kristen tidak semua bodoh, orang Kristen yang pintar adalah orang Kristen yang disiplin firman Tuhan. Ada kemungkinan besar juga bahwa orang Kristen yang pintar dan cinta kepada Tuhan sungguh-sungguh masih dikatakan bodoh menurut dunia. Mengapa mereka berkata demikian? Karena pada dasarnya manusia menganggap diri hebat dari yang lain, mereka punya pandangan yang sempit soal ini. Sebab dengan banyak alasan yaitu seperti halnya tidak mungkin orang Kristen berani percaya dan beriman kepada Yesus yang sudah disalib, dan mati disalib, Yesus hanya manusia untuk apa disembah. Suara ini demikian banyak dimulut orang-orang diluar Kristen yang sembarangan mengatakan demikian. Tetapi tidaklah heran memang dunia membenci Tuhan Yesus. Tuhan Yesus pernah berkata, berbahagialah jikalau kamu dibenci oleh karena namaKu, sebab kamu akan empunya Kerajaan Sorga. Perkataan Tuhan Yesus ini hanya diberikan kepada orang Kristennya sungguh-sungguh mau belajar dan melakukan firman Allah dalam segala aspek kehidupannya.
            Dari abad ke abad hingga abad yang ke 21 ini ada banyak ajaran-ajaran Kristen yang mulai menyimpang, karena adanya pengaruh pikiran-pikiran dari luar yang mengakibatkan sistem ajaran Kristen mulai keluar jalur dari kebenaran yang sejati. Mereka yang melakukan praktek semacam ini menganggap bahwa mereka sedang memperbaharui sistem kehidupan keKristenan tetapi sesungguhnya mereka sedang menyimpang dan keluar jalur. Saat ini kita akan melihat bagaimanakah hidup orang Kristen yang diperbahurui?
            Ada 3 hal yang akan kita bicarakan untuk mengetahui bagaimana hidup orang Kristen yang diperbaharui, yaitu sebagai berikut.
1.      Orang Kristen membuang pikiran yang sia-sia, ayat 17.
Membicarakan tentang konteks dalam ayat ini, rasul Paulus menegaskan dan memberikan pengertian yang jelas dan bersifat mendasar kepada orang Kristen yang ada di Efesus. Di Efesus ada suatu lembaga pendidikan yaitu pendidikan filsafat yang selalu mempengaruhi pikiran-pikiran masyarakat, lembaga pendidikan ini tidak jauh dari kota Efesus yaitu nama kota itu Atena. Di Atena bukan saja mempelajari tentang filsafat ilmu bijaksana berpikir tetapi juga mempelajari mitologi Yunani. Masyarakat Efesus kebanyakan orang-orang yang punya pikiran-pikiran filsafat dan tahu tentang mitologi-mitologi Yunani. Jemaat di Efesus pun mungkin pernah terpengaruh dari orang-orang diluar gereja yaitu pengaruh ajaran-ajaran yang menyebar kesana kemari tidak karuan ditambah lagi dengan paham gnostik yang sudah lama berkembang sepanjang sejarah sebelum Yesus paham itu sudah ada. Rasul Paulus tidak hendak jemaat ini disesatkan pikirannya oleh ilmu-ilmu pengetahuan ya seperti itu, sebab Paulus sudah menilai dari awal bahwa ajaran-ajaran yang seperti itu berlawanan dengan keberadaan firman Allah. Dalam Alkitab Terjemahan tahun 1989 ayat yang dibahas ini berbunyi seperti ini: “Karena itu, izinkan saya mengatakan hal ini demi Tuhan: Janganlah hidup seperti orang yang sesat, sebab mata mereka dibutakan dan pikiran mereka dikacaukan. Hati mereka tertutup dan sama sekali gelap. Mereka jauh dari kehidupan Allah karena telah menutup hati terhadap Dia dan tidak memahami jalan-Nya.” Paulus sangat bersikeras menasihatkan jemaat Efesus untuk hidup tidak seperti orang sesat atau mereka yang hidupnya tidak sejalan dengan kehendak Allah, surat Paulus ini bertujuan juga memperbaharui pikiran dan hati orang Kristen di Efesus untuk selalu hidup dengan memandang kepada Tuhan dan firman-Nya yang dimana pemikiran dan hati orang Kristen harus berada dibawah otoritas Allah. Paulus mengatakan juga bahwa orang yang mau dibutakan rasionya karena ajaran-ajaran itu mereka adalah orang yang sesat, dan mereka adalah orang kacau balau. Baiklah maksud Paulus agar orang Kristen yang ada di Efesus tidak mudah terpengaruh terhadap ajaran-ajaran yang selalu memperilahkan rasio sebagai tuhan dalam askpek kehidupan sebagai orang percaya, maksudnya biarlah pikiran manusia itu hendaknya harus menundukkan diri kepada Allah dan kepada kebenaran Allah.
Melihat keadaan sekarang yang semakin kacau membuat banyak hati orang Kristen yang sungguh-sungguh terpukul karena melihat saudara seiman yang telah meninggalkan iman kepercayaannya kepada Kristus dan cenderung untuk menuntut kekayaan dunia, mereka terhilang sebab karena pengaruh filsafat agama-agama yang tidak bertanggung jawab atas kebenaran mereka sendiri karena memang apa yang mereka lakukan bukanlah belajar kebenaran yang sejati. Kehidupan Kristen harus selalu diperbaharui setiap hari dengan belajar firman Tuhan, mengenal doktrin yang benar dan yang terbukti dari kebenaran yang mendalam dari firman Tuhan. Saya pikir banyak doktrin-doktrin yang bermunculan sehingga mengakibatkan keKristenan kacau pikirannya sehingga membuat suatu pemikiran yang kesia-siaan saja. Ini diakibatkan karena tidak menundukkan pikiran/rasionya kepada kebenaran yang sejati, malah mereka menuangkan pikiran mereka kepada kebenaran sehingga kebenaran itu menjadi nomor dua dan menjadikan pikiran/rasio itu menduduki tempat yang pertama dan yang istimewa. Dalam nama Tuhan Yesus saya berkata kepada orang Kristen, hiduplah dalam kebenaran yang sejati dan pikirkan Allah dengan benar dan bukan dengan pikiran-pikiran yang bodoh yang sia-sia, karena itu akan mengakibatkan engkau sendiri dapat keluar dari jalur kehendak Allah.
2.      Orang Kristen tidak menjauhkan diri dari persekutuan dengan Allah, ayat 18.
Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang hidupnya selalu berada dan hadir dalam segala persekutuan dan tidak menjauhkan diri dari persekutuan. Dalam persekutuan orang percaya/Kristen akan munculnya namanya kebersamaan, dalam kebersamaan itu ada perasaan yang bertanggung jawab kemudian dalam tanggung jawab itu terkandung makna yang dalam yaitu tanggung jawab mengenai iman. Persekutuan itu penting adanya, sebab dalam persekutuan ada suatu pekerjaan yang harus dilakukan yaitu belajar firman Tuhan dan mempraktekkan firman Tuhan. Persekutuan yang dimaksud adalah persekutuan dengan Tuhan Allah yaitu Yesus Kristus. Bersekutu dengan Tuhan Yesus dan firman-Nya bukanlah menjadi hal yang merugikan tetapi malah menguntungkan. Sebab saat belajar mengenal Tuhan Yesus dalam persekutuan, itu akan memperkokoh iman. Segala aspek moral, etika, dan kebudayaan harus tunduk kepada firman Tuhan, dan firman Tuhan menjadi iman bagi Kristen kemudian iman itu akan menguasai seluruh aspek moral, etika, kebudayaan dan sebagainya. Iman menjadi memuncak sehingga meliputi semua aspek kehidupan Kristen. Jadi persekutuan orang Kristen dengan Allah tidak perlu dijauhi, mengapa? tidak ada yang dirugikan. Salahnya bila orang Kristen mulai menjauh dari persekutuan maka hidupnya akan mulai rusak dan mulai melawan Allah. Orang yang melawan Allah disebabkan karena mengandalkan logika berpikir dan menjadikan rasio itu sebagai ilahnya. Jika ada tindakan orang Kristen semacam ini akan sangat membahayakan akibat dari perbuatan yang bodoh dan sia-sia mengakibatkan dia dapat melawan Allah dan jauh dari Allah. Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang tidak menjauhkan diri dari persekutuan dengan Tuhan. baik itu persekutuan secara pribadi, kelompok, keluarga, ibadah, dll.
3.      Orang Kristen tidak menyerahkan dirinya kepada kecemaran, ayat 19.
Aspek dan nilai moral orang Kristen harus tinggi dari nilai-nilai moral yang dari dunia, mengapa? Sesuai dengan julukan anak-anak Allah atau manusia yang sudah dibaharui oleh Allah maka orang Kristen harus lebih baik dan lebih disiplin moralnya dari pada mereka yang moralnya rendah. Kecemaran adalah suatu tindakan yang najis bagi orang Yahudi, Paulus memandangnya dari sudut apa yang menjadi kegenapan firman Yesus Kristus,. Bahkan taurat pun melarang keras melakukan kecemaran. Kecemaran ini digolongkan kepada tindakan yang namanya hawa nafsu hingga membiarkan tubuh tercemar kesana kemari tidak karuan sehingga merusak rasio, hati dan tubuh serta bagian jiwa yang lainnya. Dalam zaman itu ada satu ajaran yang filsafatnya berbunyi demikian: materi itu jahat, tetapi roh itu baik. Inilah yang namanya filsafat orang-orang Gnostik. Mereka mempengaruhi orang Kristen yang sungguh-sungguh. Sehinga Paulus dengan ironis mengatakan bahwa perasaan mereka telah tumpul, atau dalam terjemahan lain, hati mereka bebal artinya tidak mau tunduk kepada kebenaran yang sejati. Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang tidak menyerahkan dirinya kepada kecemaran hawa nafsu dengan sembarangan menyerahkan tubuhnya baik kepada berhala maupun kepada sesamanya contohnya pelacur. Lebih bahaya apabila orang Kristen membuat hidupnya menjadi seorang pelacur, lebih berbahaya seorang laki-laki menjadikan hidupnya sebagai seorang pribadi menjadi banci dan melawan kodratnya sebagai laki-laki. Semua tindakan-tindakan semacam itu Paulus mengatakan mereka adalah hati yang tumpul dan yang menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu.
Kesimpulan.
            Siapakah orang Kristen yang sejati, bagaimanakah gaya hidup orang Kristen yang sudah menjadi manusia baru yang dibaharui Allah melalui pengorbanan Kristus.? Orang Kristen yang sungguh-sungguh mengasihi Allah, maka ia tidak akan mudah mengikuti gaya hidup dunia meskipun saat ini ia masih ada didunia. Namun yang dijunjung tinggi adalah tunduk kepada apa yang firman Tuhan katakan, yaitu: Orang Kristen adalah orang Kristen yang membuang pikiran-pikiran yang sia-sia, orang Kristen adalah orang Kristen yang tidak menjauhkan diri dari persekutuan dengan Allah (oleh sebab ia bersekutu dengan Allah maka pikirannya dan akal sehatnya serta laku hidupnya akan sejalan apa yang Tuhan kehendaki, orang Kristen adalah orang Kristen yang tidak menyerahkan dirinya kepada kecemaran. Supaya tidak cemar fokusnya hanyalah dalam point kedua, yaitu tidak menjauhkan diri dari persekutuan dengan Allah. Banyak orang Kristen yang meninggalkan persekutuannya dengan Allah, sehingga jalan hidup mereka bisa dilihat dari segala aspek dan nilai-nilai tatanan hidup mereka. Oleh sebab mereka meninggalkan persekutuan dengan Allah maka mereka tidak mempunyai pertumbuhan yang sejati dalam mengenal bijaksana Allah didalam sejarah. Jadi 3 bagian inilah yang sudah dibahas yaitu bagaimanakah hidup orang Kristen yang diperbaharui. Sekarang apakah kita masih manusia yang lama yang punya pikiran-pikiran penuh dengan kesia-siaan?, yang menjauhkan diri dari persekutuan dengan Allah? Dan apakah kita masih menjadi orang Kristen yang secara tidak sadar dan sadar menyerahkan diri kedalam sikap yaitu kecemaran, hawa nafsu, dsb? Jika ada yang demikian mari dalam nama Tuhan Yesus saya berkata kepada saudara-saudara bertobatlah, sebab murka Allah nyata dari sorga bagi setiap mereka yang berlaku fasik. Amin.


Selasa, 22 Oktober 2013

Makna Teologis Allah bertanya “Adam dimanakah engkau?”



Makna Teologis Allah bertanya “Adam dimanakah engkau?”
Oleh Ryan Frinandoe.
Siapakah orang Kristen, bagaimanakah orang kristen? Saya mengutip perkataan dari seorang hamba Tuhan yang memberikan jawaban atas pertanyaan saya selama ini dalam hidup saya yaitu “Orang Kristen yang sejati adalah orang yang mengasihi Allah, orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang melakukan kehendak Allah. Misi Allah kepada manusia itu menjadi fokus” (Pdt. Aris Budianto, S.Th; 23/10/2013, 09.10 WIB). Saya mau engkau mengetahui yang namanya rencana keselamatan kepada manusia dirancangkan Allah secara khusus dan mendasar. Dalam Kej.3:9 Allah mencari manusia, bukan manusia yang mencari Allah. Manusia malah takut bertemu Allah, tetapi Allah mau bertemu dengan manusia dengan bertanya “Adam dimana engkau?” dalam kalimat ini mengandung arti yang dalam karena kalimat ini pertama kali dalam sejarah yang keluar dari mulut Allah sendiri dengan kata-kata yang manis “Adam dimanakah engkau?” keberadaan Adam mewakili manusia yang berdosa dan dia adalah manusia pertama yang jatuh dalam dosa. Allah tidak bertanya mengapa Adam makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, tetapi Allah bertanya “Adam dimanakah engkau?” kalimat tanya ini adalah Allah berinisiatif sendiri mencari manusia. Mengapa? manusia itu adalah gambaran dan rupa Allah sendiri, Allah punya perasaan dan akal, maka manusia pun demikian. Didalam diri manusia sudah terdapat hak yang begitu istimewa diberikan Allah yaitu rupa dan gambaran Allah, ini artinya bahwa manusia punya hak istimewa, tidak ada dalam Alkitab mengatakan bahwa Allah berinisiatif menciptakan binatang atas dasar gambaran diri-Nya dan rupa-Nya, tetapi manusia yang berhak mendapatkan hak istimewa itu. Karena manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, lalu kemuliaan Allah pergi dari manusia, sebab kemuliaan Allah bersifat kudus. Oleh sebab kemuliaan itu kudus, maka kekudusan itu diambil Allah kembali, yang tinggal dalam diri manusia hanya rupa dan gambar diri Allah tahu yang baik dan tahu yang jahat. Dalam pembahasan ini saya tidak mengatakan bahwa Allah meninggalkan manusia setelah manusia berdosa, tetapi Allah tetap ada perasaan kasih untuk selalu memanggil manusia berdosa untuk kembali kepada Dia, dengan berkata “manusia dimanakah engkau?”, kemudia Dia berkata lagi “marilah kepadaKu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”. Tidak ada perkataan semanis ini sepanjang sejarah yang selain dari pada diri-Nya sendiri yang mengatakannya. Tidak ada tokoh agama, para filsuf, ilmuwan, raja, pemerintahan, kaisar bahkan siapa mereka yang berani mengatakan seperti yang dikatakan oleh Allah (Yesus Kristus). Untuk menunjukkan keselamatan Yesus Putera Allah berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”, kalimat ini begitu hebat sepanjang zaman, dari zaman ke zaman, kebudayaan ke kebudayaan, pemerintahan ke raja-raja, tidak ada seorangpun yang berani berkata demikian seperti Yesus Kristus. Mengapa? karena Yesus adalah Allah itu sendiri yang datang kedunia dalam rupa manusia, agar Dia yang kudus dan suci dapat bertemu dengan manusia yang berdosa. Apakah Yesus yang dalam rupa manusia berdosa? tidak didapati Ia berbuat dosa, dan sejarah membuktikan, sebab Ia tidak pernah minta maaf kepada siapapun, tetapi manusia yang sering meminta maaf kepada Dia. Pertanyaan saya sekarang maukah engkau datang kepada Allah yang mencari kamu dan meyakinkan diri-Nya pada mu agar engkau datang kepada Dia dan kembali kepada Dia.
Perhatikan kalimat ini:
Lebih baik saya dan kamu menderita sekarang karena disiplin oleh sebab menjalankan kehendak Allah, dari pada aku dan kamu menderita ternyata kelak mendatangkan penyesalan.

P.A.K. I Tahap Perkembangan Anak



P.A.K I
TAHAP PERKEMBANGAN ANAK
Ryan Frinandoe
BAB I
PERANAN ORANG TUA TERHADAP ANAK

Pendahuluan
Manusia merupakan makhluk-makhluk hidup yang lebih sempurna bila dibandingkan dengan mahkluk-mahkluk hidup lainnya.[1] Manusia secara sadar mengetahui bahwa ia adalah ciptaan Allah. Allah menciptakan manusia memiliki tujuan dan maksud tertentu yang sesuai dengan kehendak-Nya. Ada satu tujuan Allah yang menarik mengapa Allah menciptakan manusia yaitu lihat dalam Kejadian 1:26  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."  Inilah bunyi firman Allah, ayat ini berbicara tentang maksud dan tujuan Allah agar manusia memenuhi seluruh bumi.
Kita bisa melihat jumlah manusia sekarang di bumi ini semakin banyak dan padat. Namun bagaimanakah cara orangtua mendidik anak-anaknya? Seorang anak itu perlu di didik agar menjadi seorang anak yang terpelajar. Setiap anak-anak akan mencapai suatu perubahan ketika mengalami masa-masa tingkatan perkembangannya. Seorang anak akan memiliki kecerdasan apabila ia didik dengan cara yang baik, jadi apabila anak tidak di didik dengan baik maka dalam kehidupan keluarga, anak itu akan menjadi seorang yang mempunyai karakter yang berbeda dari anggota keluarga yang lain. Cara mendidik anak yang baik yaitu pada saat ia masih dalam kandungan, bagaimana caranya? Seorang dosen kami mengatakan “sewaktu anak masih berada dalam kandungan, Suami dan Istri mengadakan komunikasi dengan anak yang ada dalam kandungan.” Ini artinya bahwa anak itu sewaktu dalam kandungan sudah bisa di didik dan di ajarkan segala sesuatu. Suatu keajaiban yang telah Tuhan lakukan terhadap manusia sehingga manusia yang di dalam kandungan pun bisa mulai di didik dan di ajar.
Selama saya melanjutkan pendidikan saya di Akademi Teologia Amanat Penuaian Terakhir Jakarta, saya mendapatkan tugas untuk membahas tentang tahap perkembangan anak dengan mata kuliah P.A.K. Dalam psikologi perkembangan dibicarakan bahwa dasar kepribadian seseorang terbentuk pada masa anak-anak. Proses-proses perkembangan yang terjadi pada diri seorang anak ditambah dengan apa yang dialami dan diterima selama masa anak-anaknya secara sedikit demi sedikit memungkinkan ia tumbuh dan berkembang dan menjadi manusia dewasa.[2]
1.       Peran Orang Tua Dalam Perkembangan Anak.
Perkembangan seorang anak tidak selalu berada dalam masa-masa bayinya tetapi dari masa bayinya akan selalu mengalami perubahan tahap demi tahap. Perkembangan anak sangat mempengaruhi keadaan fisiknya, rasio, sistem kerja gerak badan, dan segala jenis organ tubuhnya. Makanan seorang ibu sangat mempengaruhi keadaan perkembangan anak yang ada dalam rahim. Ibu yang baik untuk mengerti perkembangan anaknya yang ada dalam rahim adalah ibu yang mengkonsumsi sayur-sayuran.
Adapun anak biasanya mengalami perkembangannya itu tidak jauh dari kehidupan di dalam keluarganya. Karena di dalam keluarga jelas ia akan lebih leluasa untuk beraktivitas. Dalam kehidupan lingkungan keluarga pastinya orang tua akan lebih memperhatikan anak yang terutama. Namun sayangnya pada zaman era modern ini, banyak anak yang kurang mendapatkan apa yang diharapkan oleh orangtuanya. Semua orang tua sibuk dengan pekerjaannya, maka tidak bisa dipungkiri apabila anak sudah mencapai titik kedewasaan akan mencari perlindungan dan kasih sayang dari orang lain. Mike Yorkey dalam bukunya mengatakan: Sikap permisif (serba membolehkan) bukan saja suatu cara pendekatan yang tidak bermanfaat dalam membesarkan anak, tetapi juga menjadi bencana bagi mereka yang pernah mencobanya. Apabila diterapkan dengan tepat, disiplin disertai kasih akan membuahkan hasil! Ini merangsang timbulnya afeksi yang lembut, yang dimungkinkan dengan saling menaruh respek antara orang tua dan anak.[3]
Ada banyak anak yang masa perkembangannya mendapatkan kekerasan dan kurang kasih sayang oleh sebab sikap disiplin yang menekan mereka. Tekanan-tekanan itu akan membuat mereka juga akan keras sebaliknya. Sangat membahayakan mendidik dengan kekerasan terhadap anak saat pada masa perkembangannya. Seharusnya orang tua lebih berperan memberikan kasih sayang yang selayaknya kepada anak. Anak yang masih berusia sekitar 2th adalah anak yang masih pemikirannya dalam perkembangan bahkan belajar untuk melatih berbicara (babling), apabila orang tua salah melakukan interaksi dengan anak, maka dalam perkembangan anak itu akan terjadi kesalahan pula. Mengapa? anak yang masih berusia 2th itu lebih rentan untuk meniru setiap kata yang didengarkannya. Oleh sebab itu orang tua harus berperan penting dan siap sedia dalam segala persiapan untuk mendidik anak dengan baik.
2.      Tanggapan Anak
Suatu hari ketika saya berada di kamar, seorang anak bernama Yehezkiel yang baru berusia  ±2th masuk ke dalam kamar dan membawa sebuah mainannya, ternyata dia datang dengan maksud membawa saya bermain dengannya. Tapi awalnya saya tidak memahami apa yang di inginkannya. Beberapa menit saya bermain dengannya, ketika saya berkata awas, dia juga berkata awas, kemudian saya berkata aduuh... maka dia juga berkata aduh. Terlihat sekali dari gaya interaksi ini bahwa anak-anak sangat rentang untuk meniru dan menanggapi setiap perkataan. Anak-anak yang masih seusia ini tidak boleh di ajak bicara seperti gaya bicara orang dewasa, sebab akan menimbulkan anak itu tidak dapat mengerti apa yang kita maksudkan. Dalam dunia komunikasi keluarga, peranan ayah dan ibu sangat penting dalam memberikan tanggapan kepada anak-anak. Karena dari memberikan tanggapan dan gaya interaksi yang baiklah anak akan mendapatkan perkembangan yang maksimal.
Save M Dagun dalam bukunya mengatakan: disamping itu ayah dan ibu, memberikan perhatian kepada anak-anak putrinya supaya bersikap feminin sementara anak putranya agar bersikap jantan. Ayah akan bersikap keras dan tegas apabila anak-anak memainkan jenis permainan yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Misalkan anak laki-laki yang bermain boneka atau masakan-masakan. Lalu bagaimana halnya perilaku ibu terhadap anak laki-laki dan perempuan? Tampak terjadi kompensasi dalam soal ini. ibu lebih berperan memberi rangsangan pada anak putri.[4]





BAB II
TAHAP PERKEMBANGAN ANAK
A.    Pengertian Perkembangan
Objek psikologi perkembangan adalah manusia sebagai pribadi. Para ahli psikologi juga tertarik akan masalah seberapa jauhnya perkembangan manusia manusia tadinya dipengaruhi oleh perkembangan masyarakatnya (Van den Berg, 1986; Muchow, 1962). Pengertian perkembangan menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali.[5]
B.     Periode Prenatal dan Tahun Pertama
Pengertian akan reproduksi dan perkembangan manusia makin dirasa perlu dalam masyarakat yang makin maju. Perkembangan biologis pada manusia dimulai pada saat konsepsi atau pembuahan, yaitu pada pembuahan telur oleh spermatosoma. Bila spermatosoma laki-laki memasuki dinding telur (ovum) wanita, terjadilah konsepsi kemungkinan terjadinya pembuahan semacam itu telah ditentukan secara ilmiah. Sekali dalam 28 hari, seringkali sekitar pertengahan siklus menstruasi, sebuah telur dalam salah satu kandung telur menjadi masak dan bergerak pelan masuk ke dalam rahim. Perjalanan ini biasanya memakan waktu 3-7 hari. Kalau dalam perjalanan ini tidak terjadi pembuahan, maka lenyaplah telur itu dalam rahim.[6]
Bila telur dalam perjalanan ke rahim berjumpa dengan spermatosoma dan spermatosoma masuk melalui dinding telur, terjadilah pada detik itu hal-hal berikut: sel benih melepaskan 23 bagian kecil-kecil dari dirinya, bagian-bagian itu disebut choromosoma. Pada saat itu pecahlah inti telur dan lepaslah 23 choromosoma.[7]
C.     Penyimpangan Genetis
Penyimpangan kromosom yang terkenal adalah yang disebut down syndrome. Pada penyimpangan ini maka ada kelainan pada kromosom 21 yang ada tiga sedangkan seharusnya ada dua. Anak dengan down syndrome mempunyai ekspresi wajah yang khas dan mengalami keterbelakangan dalam perkembangan. Termasuk penyimpangan genetis juga dapat disebut anomali (pemyimpangan) dalam kromosom seks, yaitu X-syndrome yang rapuh serta defek gene yang tunggal. Anomali ini tidak dapat dideteksi sebelum anak dilahirkan.[8]
D.    Tahap-Tahap Perkembangan Anak
D.1. Usia 1-4th.
Perkembangan sesudah tahun pertama ditandai oleh beberapa proses-proses yangs sangat fundamental. Misalnya perkembangan sosial dan kepribadian yang ditandai oleh perkembangan tingkah laku melekat. Secara singkat ada 8 tanda esensial yang dapat disebutkan dalam perkembangan seorang anak antara akhir tahun pertama dan permulaan usai 4th, yaitu:
tahap-perkembangan-anak.gif
1.      Pada permulaan periode ini anak bisa duduk, berdiri, dan berjalan dengan bantuan. Bila anak mencapai usia 4th ia dapat meloncat-loncat, memanjat, merangkak dibawah meja dan kursi.
2.      Pada anak usia 4th maka tangan dan mata nekerja sama dalam kordinasi yang baik.
3.      Pada usia 4th anak sudah dapat berbahasa.
4.      Pada akhir periode ini anak memperoleh pengertian banyak mengenai benda-benda menurut warna dan bentuknya.
5.      Pada usia 4th anak sedikit banyak mengerti ruang dan waktu.
6.      Pengertian akan norma-norma pada anak usia 4th juga sudah ada. Kata-kata baik, buruk, tidak boleh dsb.
7.      Kebutuhan aktiv untuk berbuat sesuatu makin lama makin ditentukan secara kognitif.
8.      Anak tidak hanya menginginkan ada bersama-sama dengan orang dewasa, melainkan ia sudah menginginkan dapat bergaul secara aktiv dengan mereka.[9]

Dalam psikologi perkembangan anak, seorang pribadi yang disebut anak-anak yaitu dari usia:
1.      0-2 tahun, disebut bayi.
2.      2-6 tahun, disebut masa prasekolah.
3.      6-12 tahun, disebut masa sekolah.

1.      Bayi 0-2th
itu sangat penting dan perlu tahu kesehatan anak, ada dua alat untuk menarik bayi Forcep dan Vocum. Pengalaman waktu manusia menyesuaikan dirinya dengan dunia itu pada waktu ia lahir. Kemudian ia beradaptasi dengan makanan, untuk pertamakali itu harus ditaruh dalam ASI melalui makanan ibu. Paru-parunya harus bekerja, jadi tidak heran bayi itu menangis agar paru-parunya aktiv dan bekerja.[10]

1.      Bayi memiliki perkembangan
2.      Perkembangan motorik itu terlihat dari respon bayi terhadap rangsang, misalnya matanya ngedip., tangannya ngenggam, dll.
3.      Perkembangan Koginitf adanya rasa ingin tahu.
4.      Terjadi permulaan perkembangan bicara.
a)      Prangoceh 0-6 bulan.
b)     Ngoceh 6 bulan-12 bulan.
c)      Satu kata 12 bulan-15.
d)     Dua kata 2 tahun.
5.      Perkembangan emosi dan sosial, mula-mula tenang atau senang atau terangsang itu timbul sehubungan dengan ransangan fisik. Contoh: lapar, ngompol, dan nangis. Usia 3 bulan ada rangsangan psikis, 18 bulan ia mulai menguasai motorik, dan mental.
6 bulan pertama bayi harus diberi air susu ibu, oleh sebab itu bayi harus makan yang sehat dan teratur.[11]
Prasekolah 2-6th
a.       Motorik otaknya tambah matang, yang mengatur sistem saraf dan otot. Tahap ini ia mulai bisa memegang benda dan ia sedang belajar mengangkat suatu benda yang apa saja ia lihat.
b.      Perkembangan bahasa dan berpikir. Terjadi oleh pematangan organ-organ bicara dan fungsi berpikir. Selain itu lingkungan membantu mengembangkannya. Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam hal bicara, yaitu:
1.      Mengerti pembicaraan orang lain;
2.      Menyusun dan menambah perbendaharaan kata;
3.      Menggabungkan kata menjadi kalimat; dan
4.      Pengucapan yang baik dan benar.
Anak-anak itu egosentris, tetapi seiring tambah umurnya maka egosentris itu berkurang. 2-6 tahun ia akan mencoba mulai mengerti pembicaraan orangtua.[12]
c.       Perkembangan sosial
Dunia pergaulan anak tambah luas makin banyak ingin melakukan bermacam-macam kegiatan. Apabila banyak dilarang ketika anak-anak melakukan kreasinya maka ia tidak mau lagi melakukannya, dan ia akan menjadi takut untuk mengambil keputusan. Apabila seorang anak datang untuk mengatakan sesuatu hal yang baik dan ia memuji karya orangtua, maka puji kembali dan ajarkan dia melakukannya. Anak-anak itu hidup dipenuhi fantasi dan khayalannya.
Masa Sekolah 6-12th
Ahli-ahli banyak mengatakan ini masa tenang. Usia semacam ini mulai mengalihkan perhatiannya ke teman jadi ia mulai bekerja sama, kerja kelompok, diskusi. Yang penting dimiliki usia anak ini ialah pematangan sekolah, dia di ajar juga untuk sadar dan menerima otoritas selain dari orangtua. Dia sadar akan tugas, patuh pada peraturan dan dapat mengendalikan emosi. apa yang mereka belajar?[13]
1.      Keterampilan menolong diri sendiri, contoh: makan, ikat tali sepatu.
2.      Keterampilan bermain
3.      Keterampilan bantuan sosial
4.      Keterampilan sekolah.[14]
Jadi seorang anak yang dapat disebut anak-anak adalah dari usia 0-12th, apabila lebih dari itu maka ia akan disebut remaja awal. Di usia 12th adalah usia yang hendak mengawali masuknya remaja awal.

Kesimpulan
            Anak yang dapat dididik dengan baik dalam masa perkembangannya, maka akan menghasilkan pemikiran yang maksimal jauh lebih baik. Perkembangan mereka pada masa kini akan menentukan karakter mereka di kehidupan mereka yang akan mencapai tahap perkembangan selanjutnya. Oleh sebab itu orang tua harus lebih banyak berperang memberikan kepada anak segala yang baik dalam bentuk pengajaran dan etika moral yang harus ditanam dalam pribadi hidup mereka. Tidak semua anak itu sama, semua anak itu unik dan karakternya pun berbeda-beda.






DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi H Drs. 1998. Psikologi Umum.  Rineka Cipta: Jakarta.
Thenu S Cynthia Pdt.  2013. Pendidikan Agama Kristen.  Akademi Teologia Amanat Penuaian Terakhir: Jakarta.
Yorkey Mike. 1997. Ingin Anak Unggul. Harvest Publication House: Jakarta.
Monks F.J, Knoers A.M.P., Haditono Rahayu Siti. Psikologi Perkembangan. (Gadjah Mada University Press): Yogyakarta.
Dagun Save M Drs. 1990. Psikologi Keluarga. Rineka Cipta: Jakarta.



[1]Drs. H. Ahmadi Abu, 1998, Psikologi Umum, Rineka Cipta: Jakarta. Hal 195.
[2] Pdt. Cynthia S. Thenu S.Th, Pendidikan Agama Kristen, Akademi Teologia Amanat Penuaian Terakhir: Jakarta. 2013.
[3] Mike Yorkey, Ingin Anak Unggul, Harvest Publication House: Jakarta, 1997. Hal 7.
[4] Drs. Save M Dagun, Psikologi Keluarga, Rineka Cipta: Jakarta. 1990. Hal 79-80.
[5] F.J Monks, A.M.P. Knoers, Siti Rahayu Haditono, Psikologi Perkembangan, (Gadjah Mada University Press): Yogyakarta,  2002. Hal 1.
[6] Ibid. Hal 45.
[7] Ibid. Hal 46-47.
[8] Ibid. Hal 50.
[9] Ibid. Hal 100-102.
[10] Pdt. Cynthia S. Thenu S.Th, Pendidikan Agama Kristen, Akademi Teologia Amanat Penuaian Terakhir: Jakarta. 2013.

[11] Ibid. Teologia Amanat Penuaian Terakhir: Jakarta. 2013.
[12] Ibid. Teologia Amanat Penuaian Terakhir: Jakarta. 2013.
[13] Ibid. Teologia Amanat Penuaian Terakhir: Jakarta. 2013.
[14] Ibid. Teologia Amanat Penuaian Terakhir: Jakarta. 2013.