Jumat, 11 Oktober 2013

Hamba Tuhan yang tidak setia


Hamba Tuhan yang tidak setia...
Apa yang menjadi penyebab dikatakannya hamba Tuhan yang tidak setia?
Pendahuluan... cerita pembantu yang menghilang begitu saja.

1.      Malas, (Amsal 6:9-10)
Ketika mendengar kata malas, apa yang ada di dalam pikiran saudara?
Ciri-ciri orang malas biasanya tidak mau bekerja, maunya tidur, bangun makan sebentar lagi tidur. Artinya mengharapkan segala sesuatu yang menjadi tugasnya oranglain yang mengerjakannya. Apalagi malas baca firman Tuhan, malas berdoa lagi, mengapa malas baca firman Tuhan? karena menganggap firman Tuhan itu hanyalah suatu perkataan yang biasa-biasa saja. Cuci gelas piring aja malas, katanya hamba Tuhan.Hamba Tuhan macam apa? Konyol itu kalau bilang hamba Tuhan.
2.      Tidak taat kepada Tuhan, (Roma 10:21)
Tidak taat bahasa yunaninya yaitu apeitheō dalam bahasa inggrisnya disobedient, artinya tidak tunduk. Kenapa bangsa Israel tidak taat kepada Tuhan? karena bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Meskipun Allah campur tangan dalam segala masalah dalam keadaan bangsa mereka, tapi tetap saja mereka tidak taat kepada Allah. Bukankah orang percaya seperti demikian? Tidak taat seperti bangsa Israel, sudah tahu Tuhan selalu menolong dalam berbagai segala perencanaan tapi tetap saja tidak taat, seperti orang yang kurang ajar. Jangankan taat sama Tuhan, dengan pemimpin aja tidak taat dengan aturan yang ada. Katanya hamba Tuhan, hamba macam apa dikatakan hamba? Hamba tidak taat aja, jangan bilang hamba Tuhan.
3.      Selalu berpura-pura, (Amsal 26:24)
Saat mendengar kata pura-pura, apa yang ada di dalam pikiran mu? Biasanya orang yang berpura-pura benar supaya orang lain melihat bahwa orang itu waaahhh, pasti apa yang ucapkan benar, dia mengira saya akan naik level nicch. Padahal tidak, mengapa? karena ia menabur kebohongan dan dusta. Hamba Tuhan boleh gak berpura-pura demi kebaikan??? Tidak. Ada banyak tipuan yang dilakukan oleh para pemimpin sekarang. Dimana mereka mengajarkan jemaat apabila ditanya bagaimana kabar mu hari ini? Jawab jemaat yang kita dengar apa? LUAR BIASA. Sebaiknya jemaat menjawab apa? JUJUR, jangan berpura-pura rohani. Nah kadang kita ada yang seperti ini, kenapa? Karena takut dibilang gak rohani. Pura-pura itu sama saja dengan menipu diri sendiri. Maunya menipu orang lain, padahal siapa yang ketipu? Yaa iyalah dia terlebih dahulu yang tertipu. Apa bila hamba Tuhan memiliki sikap yang suka berpura-pura seperti ini, bisa gak dikatakan hamba Tuhan? ya manalah... Tuhan aja gak senang.

Kesimpulan:
Saudara ku yang dikasihi Tuhan, di sini kita mengabdi untuk menjadi hamba Tuhan, kita harus tahu diri mengapa Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi kita hamba-hambaNya? Supaya kita bisa memberi suatu pandangan yang baik dan benar melalui kebenaran firman Tuhan yang kita sampaikan dan alangkah indahnya bila kita menjadi teladan dan menjadi pelaku firman Tuhan itu sendiri. Jadi apa yang kita sampaikan kepada jemaat nantinya, khotbah dan renungan itu harus sesuai dengan apa yang kita sampaikan. Maka dari situlah orang menilai kita adalah hamba yang setia. Jangan lagi mempertahankan hidup malas, hidup dengan tidak taat, hidup dengan berpura-pura. Apalagi disini kita belajar Alkitab, malu kalau kita selaku hamba Tuhan hidup dengan penuh kemalasan, ketidaktaatan, dan pura-pura. Belajarlah untuk malu dihadapan Tuhan. jadilah hamba yang setia dan benar. Apabila kita salah cepat-cepatlah minta maaf sama Tuhan agar tidak larut dalam penyesalan. Apabila menyesal, berdoalah meminta maaf kepada Tuhan Yesus.

Rabu, 09 Oktober 2013

Misiologi


MISIOLOGI
4 OKTOBER 2013. AT-APT JAKARTA.
Nama Anggota Kelompok:
1.      Rian Frinandoe
2.      Lodia Lotang
3.      Nicholas Sinay
4.      Ribka
Judul buku yang digunakan: Misi Kristen Menjangkau Jiwa Menyelamatkan Dunia.

A.    Pengertian Misi menurut Dr. Bambang Eko Putranto, Th. M.
Secara etimologis (ilmu yang mempelajari asal-usul kata) istilah misi berasal dari kata missio (latin) dan dalam bahasa Yunani berasal dari kata dasar evangelion atau biasa disebut juga Injil yang berarti kabar baik. kemudian dari kata evangelion muncul kata kerjanya, yaitu evangelizo yang berarti memberitakan kabar baik atau Injil. Selanjutnya sehubungan dengan kata itu muncul kata evangelos yang berarti pemberita Injil. Kata evangelos ini merupakan sebutan bagi para rasul atau dalam dunia misi modern disebut misionaris. Jadi secara etimologis misi adalah pengiriman kabar baik (pengiriman utusan Injil).
B.     Asal mula misi Kristen.
Asal mula misi bermula karya Allah Bapa yang menyisihkan Anak-Nya Yesus datang ke dunia (Yoh. 3:16) dengan suatu tindakan untuk menyelamatkan manusia. Sebelumnya, para nabi dalam PL telah menubuatkan kehadiran Mesias, yang selama ribuan tahun telah diselidiki dan dinanti (1 Petrus 1:1) yaitu tindakan Bapa untuk menyelamatkan manusia dengan cara mengutus atau memisikan Anak-Nya yang tunggal.
C.    Konsep Misi Fundamental.
Konsep adalah prinsip-prinsip ide yang menghasilkan presepsi dan tingkah laku seseorang jadi, konsep-konsep misi adalah prinsip-prinsip ide berbagai aktivitas misi.
1.      Dari segi aktivitas (mengacu kepada Lee Kwang Soon)
Konsep ini bersifat dasar, pokok dan esensial. Dapat dipandang dari aktivitasnya, yang menekankan Injil untuk membawa pertobatan bagi orang-orang. Misi adalah memberitakan Injil Kristus dengan mengajak pendengar menerima (pandangan kaum fundamental), sifat para orang fundamental hanya bersifat sementara dan tidak mendesak. Sebagai aplikasi dari iman yang demikian aktivitas misi ditekankan kepada pemberitaan Injil secara pribadi. Ciri-ciri mereka: Penginjilan pribadi, keliling, kebaktian kebangunan rohani (KKR), pengusiran setan, penyembuhan rohani, pendirian jemaat, pendirian pos-pos PI.

2.      Segi teologi (mengacu pada Yakub B. Susabda).
        i.            Percaya penuh atas otoritas Alkitab tanpa salah, yang dihembuskan secara mekanis langung kepada penulis Alkitab. Cara mereka untuk bisa mendidik orang untuk menjadi penginjil, umumnya mereka membuka sekolah Alkitab untuk mempersiapkan hamba-hamba Tuhan secara kilat. Mereka bisa dipersiapkan beberapa bulan kadan paling lama sekitar 2th saja. Bahkan, kadangkala pula latar belakang pendidikan  teologia tidak diperlukan sama sekali.
      ii.            Percaya penuh akan penebusan dosa oleh darah Yesus Kristus, oleh karena itu masalah iman dan pertobatan merupakan hal penting dalam hidup manusia. Pada umumnya kaum fundamental yakin bahwa apabila iman yang dimilki oleh seseorang yang percaya menjadi luntur, keselamatan hasil dari pertobatan juga luntur hilang.
    iii.            Percaya penuh bahwa diluar Yesus dunia akan binasa. Oleh sebab itu pemberitaan Injil adalah panggilan Allah yang harus dilaksanakan setiap orang percaya.
    iv.            Perjuangan utama adalah membebaskan diri manusia dari kuasa dosa dan kuasa-kuasa kegelepan berdasarkan karunia Roh Kudus sehingga setiap orang dapat menikmati anugerah sorgawi. Aplikasinya adalah usaha-usaha misi yang menekankan pemberitaan Injil untuk keselamata pribadi.

D.    Konsep misi liberal.
Konsep misi liberal dapat di pandang:
1.      Dari segi aktivitasnya (mengacu pada Lee Kwang Soon)
Segi aktivitasnya secara sederhana konsep misi liberal adalah suatu usaha misi yang menekankan kepada tanggung jawab sosial. Menurut konsep ini gerakan misi haruslah bermanfaat untuk masyarakt tanpa memandang agama atau orang-orang yang telah menjadi Kristen. Menurut pandangan kaum liberal, konsep misi fundamental hanya memperhatikan pertobatan agar orang menjadi percaya kepada Kristus. Sedangkan keadaan manusia yang konkrit secara jasmani tidak dipedulikan. Gereja hanya memberitakan kasih Allah tetapi tidak mempraktekkan hukum kasih itu sendiri. Jadi konsep misi liberal muncul sebagai reaksi terhadap kaum fundamnetal yang hanya menekankan bidang rohaninya saja dengan konsep personal salvation (keselamatan pribadi tetapi mengabaikan kebutuhan-kebutuhan sosial manusia).
2.      Dari segi teologinya (mengacu pada perbandingan Yakub. B. Susabda).
Ciri khas teologia liberal adalah:
a.       Alkitab adalah sebagian otoritas dalam kehidupan. Otoritas yang paling utama dalam kehidupan manusia adalah kebebasan individu dalam iman dan kehidupan. Menurut kaum ini, Alkitab yang ada sekarang sebagai wahyu Allah memiliki kesalahan karena ditulis oleh manusia. Dengan demikian, Alkitab harus diterima dan ditafsirkan secara bebas berdasarkan falsafah kehidupan manusia. Pada umumnya kaum liberal tidak mendirikan sekolah Alkitab tetapi wawasan filsafat sebagai dasar yang tertinggi.
b.      Penebusan dosa dalam Kristus Yesus, termasuk aplikasinya seperti  pengampunan dosa, pertobatan, kelahiran baru, kehidupan dalam roh dsb, adalah simbol-simbol moral. Oleh karena itu masalah iman dan pertobatan menjadi tidak terlalu penting dalam hidup manusia tetapi yang lebih penting adalah aplikasinya dan prakteknya (gerakan-gerakan sosial gospel).
c.       Percaya bahwa didalam Kristus ada keselamatan tetapi diluar Kristus ada juga keselamatan karena wahyu Allah tidak hanya melalaui Alkitab saja, tetapi ada dijalur lain.  Alkitab bisa disebut sebagai wahyu khusus, tetapi kaum liberal yakin adanya wahyu lain yang bisa di pakai sebagai jalur alternatif untuk mendapatkan keselamatan. Itu disebut wahyu umum ( Roma 1: 20 ).
d.      Perjuangan utama adalah membebaskan diri dari berbagai bentuk keterikatan karena keterikatan termasuk keterikatan berfikir, keterikatan dalam kebodohan, keterikatan dalam berapreasi, dsb. Semua bentuk keterikatan ini adalah suatu belenggu dosa sehinga aplikasinya adalah usaha-usaha misi yang menekankan tangung jawab sosial. Perjuangan utamanya adalah membebaskan dari hal-hal yang terikat.

Misi yang dijalankan oleh penulis adalah misi yang  didasari oleh strategi Alkitabiah.
             (2 Timotius 4: 2 ), LAI. Kita telah banyak belajar tentang misi. Setelah memahami, kita akan dapat melakukan dan mengorganisir suatu misi pemberitaan injil secara sistematis dan efektif. Bukan hanya sekedar mengetahui tentang misi Pemberitaan Injil. Hal yang utama adalah menjadi pelaku firman dengan menjadi Pemberita Injil dalam sebuah program misi. Tidak perlu juga harus menunggu dana besar (sponsor) untuk membentuk sebuah badan misi. Bisa saja memulai dengan beberapa teman akrab untuk mulai membentuk sebuah badan misi untuk melakukan misi penginjilan tingkat RT/ RW di wilayah kita masing-masing.
            Untuk melakukan misi jangan hanya terpaku hanya pada satu wilayah, misi perlu juga dilakukan secara lintas budaya, dengan membuka program usaha yang teroganisasi. Misi lintas budaya di bagi menjadi tiga:
1.      Program usaha yang terorganisasi.
2.      Keluar menyampaikan Injil kepada bangsa yang berlainan budaya.
3.      Menjadi jemaat Kristus dalam bangsa/ budaya lain.
Misi lintas budaya dalam Alkitab, terlihat bahwa Para Rasul melaksanakannya dengan konsisten dan berprinsif melayani sesuai dengan budaya penerima. Adapun ayat-ayat yang menunjukan kepada etnis/ bangsa yang dilayani secara misi lintas budaya oleh Para Rasul adalah:
a.       KPR 8:5, 25, untuk bangsa Samaria.
b.      KPR 8:27-31, untuk bangsa Etiopia.
c.       KPR 10:1-2, 25-28 untuk bangsa Roma (Italia).
d.      KPR 11:20-21 untuk bangsa Yunani.
e.       KPR 14:8-25 untuk bangsa Likaonia (Listra).
f.       KPR 17:16, 22-28 untuk bangsa Atena atau Yunani.
g.      KPR 28:17, 29 untuk bangsa Yahudi.

Misi fundamental dan liberal masing-masing tumpang tindih tanpa melihat apa yang menjadi kesesuaian kebenaran. Mereka hanya menggunakan sistem individu, itulah fundamental. Sedangkan liberal bersifat umum dan hanya bersosial. Keduanya saling menyalahkan masing-masing sistem misi dan langkah misi. Keduanya tidak sejalan karena adanya kekurangan-kekurangan dalam masing-masing organisasi.
Pada intinya untuk melakukan misi adalah mengambil teladan Kristus yang adalah pusat dari pelaksana misi itu sendiri. Kemudian para pelaksana misi harus melakukan pelatihan dan pendalaman yang benar dalam mengenal prinsip Alkitab dengan ketat, akurat, padat dan jelas agar saat terjun dalam ladang misi, para pemberita Injil tidak sembarangan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dan memberi jawaban yang pasti sehingga pikiran manusia yang rumit untuk mengenal Kristus dapat menjadikan hidup mereka tergolong dalam hidup Kristen.

Rabu, 02 Oktober 2013

Renungan Surat Pastoral.


5 RENUNGAN SURAT PENGGEMBALAAN RASUL PAULUS
Oleh Rian frinandoe, AT-APT JAKARTA 2013.
Kepada: Pdt. Johannes Laiwakabessy, M.A.
1.      Kesadaran Seorang Penjahat (1 Timotius 1:15)


Seorang penjahat tidak pernah disukai oleh orang yang baik dan bijaksana kelakuannya, mengapa? karena perilakunya selalu bersifat menghancurkan, membuat kekacauan, keributan dan sebagainya. Hal semacam ini begitu mudah di ingat oleh orang-orang yang tidak suka akan keributan dan kericuhan, namun mereka akan kaget/terkejut apabila sesuatu terjadi pada seorang penjahat, apanya yang terjadi? Penjahat itu berubah drastis dan tiba-tiba mengubah diri menjadi seorang yang bijaksana.
Bagi orang Kristen mula-mula, Paulus adalah orang yang ditakuti, tidak disenangi, sebab bagi orang Kristen dia adalah penjahat dan penganiaya serta menjadi ancaman bagi Kristen itu sendiri. Tetapi sesuatu terjadi padanya yang sangat menakjubkan ketika mengalami pertemuan yang istimewa dengan Tuhan Yesus Kristus ketika hendak menuju Damaskus di Jalan Lurus. Dia sadar bahwa kejahatannya selama itu membuat Yesus teraniaya, oleh sebab itu Yesus berkata “Akulah Yesus yang kau aniaya” maksud-Nya ialah ketika orang Kristen teraniaya Yesus pun dapat merasakannya, sebab orang-orang yang sudah percaya adalah anggota tubuh Kristus. Kesadaran Paulus menjadi sesuatu yang mengherankan bagi orang Kristen pada zaman itu, bahkan mereka pernah meragukan apakah Paulus benar-benar sadar akan dosanya, maka sebabnya Paulus sekali lagi mengatakan kepada Timotius bahwa ia adalah orang yang paling berdosa dari antara orang-orang berdosa lainnya. Kesadaran seorang penjahat yang begitu dasyat, kesadarannya membuat ia mengambil komitmen dan keputusan yang mutlak bahwa ia harus melayani dan setia sampai mati ia melayani. Saudaraku apabila engkau pun menyadari bahwa dirimu berdosa dan paling berdosa dan engkau menganiaya Kristus sekalipun engkau percaya kepada Allah, dengan segala kelakuan yang kurang pantas maka pada hari ini belajarlah dari kesadaran seorang rasul yang terkenal kejahatannya yaitu Paulus maka engkau akan menjadi satu pribadi yang memiliki pengakuan serta kesaksian mengenai pertobatan yang kau alami. Saat ini biarkanlah hatimu menerima kebenaran Kristus maka kebenaran itu mengubah segala kesalahan. Amin.
2.      Tujuan Dari Nasihat (1 Timotius 1:5).

Kebanyakan orang suka menasihatkan orang lain dibandingkan menerima diri untuk dinasihati oleh orang lain. Mengapa? karena menganggap diri sudah hebat dan mampu memimpin diri sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal semacam ini dianggap tidak pantas oleh nilai-nilai defenisi ilmu sosiologi, sebab defenisi sosiologi mengenai manusia adalah manusia itu tidak dapat hidup dengan diri sendiri tanpa memilki ketergantungan dengan orang sesamanya. Hal ini juga dibuktikan oleh Alkitab ketika penciptaan manusia yang diciptakan Allah, Allah pun berpikir tidak baik jika manusia hidup seorang diri saja. Dalam mencapai tujuan hidup, kita seharusnya bisa berpikir bahwa kita sendiri, yaitu kita butuh orang lain dan dan orang lain juga membutuhkan kita. Jadi akan selalu ada timbal balik. Nasihat adalah sesuatu ajaran atau saran yang diberikan berasal dari dasar hati. Tidak mungkin nasihat itu muncul tanpa ada sebab dan akibat yang dilihat oleh orang lain mengenai apa yang kita lakukan. Menurut rasul Paulus nasihat itu memiliki tujuannya yaitu membuktikan bahwa orang telah mengasihi kita, atau kita pun mengasihi orang lain. Sebab katanya kasih itu timbul dari hati yang suci, nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhklas. Pertanyaannya bagaimana kalau nasihat itu akhirnya membuat kita menjadi terpuruk dan mendapat bencana maka saran dari orang itu palsu dan bukan yang sebenarnya dia menasihatkan kita oleh sebab dia sebenarnya jahat. Ada dua jenis biasanya nasihat positif dan negatif. Setiap manusia diberikan akal dan pengertian, manusia tahu membedakan yang baik dan yang jahat. Yang penting tidak semua nasihat itu jahat sebab nasihat itu adalah wujud dari kasih itu sendiri. Tujuannya adalah nasihat berfungsi untuk mendidik seseorang dalam kasih. Jadi janganlah kita terlalu banyak menganggap nasihat orang tua atau sahabat kita itu kotor dan tidak pantas, hasilnya akan terlihat dari waktu kita menerapkan nasihat mereka. jadikan diri kita seperti Timotius yang mau mendengar nasihat Paulus, agar kita pun menjadi satu pribadi yang dapat menerima nasihat dari orang lain, dan bukan saja kita pintar menasihatkan orang lain sedangkan diri kita tidak. Paulus mempercayakan Timotius untuk menasihati setiap jemaat yang ada di Efesus gunanya ialah agar jemaat terdidik dalam kebenaran yang sesungguhnya. Amin.
3.      Mau pekerjaan yang indah? Tunggu!!! ada syaratnya. (1 Timotius 3:1-5).

Hampir semua orang ingin menonjolkan diri menjadi pemimpin dalam satu organisasi, sebab memang pekerjaan itu indah apalagi jikalau soal mengenai gaji jelaslah gajinya lebih tinggi dari pada semua karyawannya. Disuatu gereja ada suatu acara yang dilaksanakan yaitu pemilihan gembala sidang, 50 jemaat sudah sepakat untuk memilih Pdt. Microsoft Excel sebab kata mereka pasti ia dapat mengoperasi keuangan dengan baik, lagi pula dia juga lulusan manajemen ekonomi. Kemudian 40 jemaat memilih Pdt. Microsoft Word sebab mereka mengatakan keahliannya yang mengetik begitu cepat kemudian ia juga bisa membuat surat-surat serta membuat warta jemaat yang baik dan jauh lebih baik dari Pdt sebelumnya, lagi pula ia lulusan sekolah teologi dan pastinya ia lebih tahu. Saat acara berlangsung jemaat sementara menunggu siapa yang berhak menjadi gembala sidang. Lalu keluarlah Majelis gereja itu dengan menyatakan siapa yang menang. Ternyata yang menang adalah Pdt. Microsoft. 4 tahun terakhir Pdt. M. Excel tidak mendapatkan apa yang diharapkannya sebab jemaat sudah membencinya kemudian ia tertangkap basah menggelapkan uang bekerja sama dengan bendahar gereja dengan sebesar 3 M. Ia diturunkan dan diangkatlah Pdt. M. Word. Seumur hidupnya Pdt. M.Word memimpin jemaat dan mendapatkan penghargaan-penghargaan khusus dari jemaat. Jemaat sempat meminta maaf kepadanya. Apakah yang menjadi alasannya Pdt. M.Word memiliki bijaksana dimata jemaat? Alasannya adalah ia jurusan teologi, ia juga pinta dalam mengajar, teladan yang baik dalam keluarganya dan dalam jemaatnya.
            Memang menjadi pemimpin akan mendapat kedudukan yang tinggi dari oranglain, sebab memang indahlah pekerjaan itu dimata manusia. Tidak semudah yang dipikirkan sebenarnya, semua orang ingin memimpin tetapi tidak semua orang memiliki rasa tanggung jawab yang serius dan berintegritas dalam kepemimpinan. Gereja bukan tempat berbisnis tetapi untuk membuat jemaat Tuhan hidup dalam kebenaran. Amin.

4.       Taat sebagai hamba (Titus 2:9-10)


Ketaatan berbicara mengenai ketundukan kata banyak orang, saya setuju. Ketundukan juga berbicara mengenai ketaatan. Seorang hamba taat kepada tuannya sebab tuannya lebih besar dari dia. Maksudnya ialah jabatan yang dimiliki lebih besar dipegang oleh tuan. Hamba hanya tunduk atas setiap perintah yang diberikan oleh tuan. Yesus Kristus datang ke dunia sebagai Hamba Allah, Yesus taat kepada Allah sampai Ia mati. Teladan semacam inilah yang patut dicontohi. Ketaatan yang Yesus Kristus berikan telah menjadi ajaran pula bagi orang percaya. Sebab melalui ajaran itu sudah secara langsung orang percaya tunduk kepada Bapa.
Selagi pemimpin itu baik untuk diteladani, patutlah bagi kita orang percaya tunduk pada kepemimpinan itu sebab pemimpin adalah yang menjaga kita. Hidup seorang jemaat Allah adalah hidup dalam ketundukan kepada pemimpin. Tetapi saya berkata dengan tegas, ketundukan kepada pemimpin di dunia itu hanya sebatas kewajiban kita, bukan mutlak. Ketundukan yang mutlak hanyalah kepada Allah satu-satunya pencipta. Amin.

5.      Didikan Tuhan yang istimewa (Titus 2:12).


Mendidik sudah kewajiban setiap orang tua kepada anak-anaknya, dan itu adalah dasar kehidupan untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Allah memilih ini artinya Allah berkehendak baik, dan Allah menentukan itu artinya Allah punya rencana, Allah merencanakan artinya Allah punya tujuan kepada manusia mengapa Dia begitu mengasihi manusia sehingga Dia harus mengorbankan nyawa Anak-Nya sebagai ganti dari tanggung jawab manusia mengenai hal kebejadan total (dosa). Ketika seseorang menerima Yesus Anak Allah sebagai juruslamat, itu berarti ia mau hidup dalam Kristus. Yesus berkata Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa. Yesus juga sebagai Bapa bagi orang yang menerima Dia sebagai Juruselamat, orang yang menerima Dia menjadi anak Kristus. Setiap anak harus bisa mendengar nasehat dan didikan orang tuanya. Demikian sebagai Anak Kristus sudah mutlak bagi kita untuk hidup dalam didikan Allah, mengapa? karena dalam didikan Allah itu adalah segalanya istimewa. Meskipun seringkali didikan-Nya menyakitkan, memedihkan hati dan jiwa namun semua itu karena Dia hendak kita menjadi anak-anak yang terdidik dalam kebenaran-Nya. Amin.